Kediri (beritajatim.com) – Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati yang dimulai sejak 2023 dan masuk dalam proyek multi years Pemerintah Kabupaten Kediri terus menjadi perhatian utama Bupati Hanindhito Himawan Pramana.
Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, menyampaikan bahwa pembangunan tahap kedua stadion yang sebelumnya direncanakan akan dilanjutkan oleh pemerintah pusat, kini diambil alih kembali oleh Pemkab Kediri. Pembangunan stadion tersebut akan diselesaikan secara bertahap, termasuk penataan kawasan atau site development.
“Tahun kemarin kita telah membebaskan lahan (akses tembus Jalan Provinsi) dengan anggaran Rp13 miliar,” katanya saat meninjau langsung pembangunan stadion di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kamis (3/7).
Untuk tahun 2025, Pemkab Kediri mengalokasikan dana sebesar Rp10 miliar guna menyelesaikan zona A yang difokuskan untuk fasilitas pemain serta pembangunan jalan masuk stadion. Zona A ini mencakup pengerjaan arsitektur dinding, pemasangan lantai granit, serta instalasi pemeliharaan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Selain zona A, pemerintah juga menganggarkan Rp3 miliar khusus untuk pembangunan akses jalan penunjang stadion. Haris Siswanto, Kabid Binamarga Dinas PUPR Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa akses jalan tersebut memiliki panjang 373 meter dengan lebar 7 meter dan bahu jalan masing-masing 1 meter. Pembangunan akses ini ditarget selesai pada Oktober 2025.
“Saya memastikan pembangunan stadion ini akan selesai pada tahun 2027,” jelas Mas Dhito.
Pemerintah merencanakan alokasi anggaran lanjutan sebesar Rp55 miliar pada 2026, yang akan digunakan untuk pembangunan atap stadion, sistem MEP lanjutan, serta pengembangan kawasan sekitar. Sisa pekerjaan akan diselesaikan pada 2027 dengan anggaran sebesar Rp51 miliar, termasuk pemasangan single seat di tribun penonton.
Sementara itu, proses pembebasan lahan akses jalan yang menghubungkan stadion ke jalan provinsi telah dilakukan sepanjang 675 meter pada tahun 2024. [ADV PKP/nm]






