Pacitan (beritajatim.com) – Mayoritas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Pacitan ternyata masih jauh dari kata berkembang. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pacitan, dari total 167 desa yang ada, hanya sembilan BUMDes yang berhasil mencapai klasifikasi maju. Sisanya, sekitar 60 persen justru dalam kondisi mati suri atau hanya berjalan di tempat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan DPMD Pacitan, Novia Wardani, mengungkapkan bahwa dari 164 desa yang sudah memiliki BUMDes, sebagian besar belum mampu memberikan kontribusi berarti terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Hanya ada sembilan BUMDes yang klasifikasi maju, artinya sudah berjalan dan memberikan PADes ke desa,” jelas Novia, Kamis (3/7/2025).
BUMDes yang masuk kategori maju tersebut berada di Desa Sendang (Donorojo), Desa Dadapan dan Tamansari (Pringkuku), Desa Arjowinangun (Pacitan), Desa Pager Kidul dan Sudimoro (Sudimoro), serta Desa Sidomulyo (Ngadirojo).
Menurut Novia, umumnya BUMDes yang berhasil berkembang bergerak di sektor pariwisata. Meski demikian, ada juga yang maju tanpa memiliki destinasi wisata, seperti BUMDes Arjowinangun dan BUMDes Artomoro di Desa Sudimoro.
Sayangnya, masih banyak BUMDes yang dibentuk hanya sekadar memenuhi amanat regulasi tanpa diiringi penyertaan modal maupun perencanaan usaha yang matang.
“Dulu ada yang hanya sekadar dibentuk, ‘gradakan’ akhirnya cuma ada Perdes, ada badan hukum, namun tidak disertai penyertaan modal. Mereka hanya memenuhi amanat perundang-undangan pada saat itu,” ujarnya.
Novia menambahkan, kendala lain yang cukup menonjol adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola usaha. “Dia pintar tapi tidak bisa mengelola manajemen bisnis, dan tidak punya jaringan,” terang Novia.
Selain faktor SDM, lemahnya komitmen kepala desa dan perangkat desa juga menjadi penyebab mandeknya aktivitas BUMDes.
“Komitmen dari kepala desa dan perangkat desa itu yang juga kurang,” tegasnya.
Ironisnya, di tengah gencarnya program pemberdayaan ekonomi desa, masih terdapat tiga desa di Pacitan yang sama sekali belum memiliki BUMDes, yaitu Desa Purworejo dan Desa Nanggungan di Kecamatan Pacitan, serta Desa Jeruk di Kecamatan Bandar. [tri/beq]






