Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong para orang tua untuk memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif suplemen alami bagi anak-anak, khususnya bagi mereka yang mengalami masalah nafsu makan. Hal tersebut disampaikan saat menyapa peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB Emas Mawar di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon.
Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini menekankan bahwa sejumlah rempah seperti kunyit, temulawak, kencur, dan jahe merupakan bahan alami yang aman dikonsumsi jika digunakan dengan bijak. “Rempah-rempah niku lak mboten bahaya. Kunir, temulawak, kencur, jahe niku lak mboten enten bahayae, selama tidak berlebihan,” ungkapnya, Rabu (2/7/2025).
Menurut Ning Ita, TOGA telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai upaya menjaga kesehatan. Dengan pendampingan dari tenaga gizi di Puskesmas, tanaman obat ini bisa membantu meningkatkan nafsu makan anak secara alami. Ia mengingatkan pentingnya memperhatikan dosis, cara pengolahan, dan kebersihan agar TOGA benar-benar bermanfaat tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
“Pemberian tanaman obat keluarga bisa menjadi salah satu cara supaya anak-anak yang tidak doyan makan ya jadi doyan makan. Tidak harus dengan vitamin atau suplemen dari pabrikan. Tolong ilmu yang sudah panjenengan dapatkan ini diterapkan. Karena pemerintah hanya bisa memfasilitasi, tapi yang harus melaksanakan adalah panjenengan sebagai orang tua,” pesannya.
Edukasi dalam program ini mencakup pemenuhan gizi, pengasuhan sesuai usia, hingga pemahaman akan tumbuh kembang anak. Melihat tingginya tantangan dalam pengasuhan anak usia remaja, Ning Ita juga menggagas pengembangan program SOTH untuk orang tua remaja. Ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap meningkatnya kenakalan remaja dan mengungkapkan rencana kerja sama dengan Universitas Surabaya (Ubaya).
“Menghadapi kondisi kenakalan remaja saat ini cukup mengkhawatirkan. Maka saya menggagas ide kerja sama dengan Universitas Surabaya yang memiliki banyak psikolog untuk mendampingi orang tua. Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif ini diharapkan program SOTH terus dikembangkan sebagai penguatan peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak dini hingga remaja,” tegasnya. [tin/kun]






