Bondowoso (beritajatim.com) – Penundaan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2025 di Kabupaten Bondowoso menuai perhatian serius dari DPRD setempat. Melalui Komisi 1, DPRD Bondowoso menekankan pentingnya transparansi informasi dan komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dengan masyarakat, guna menghindari kesimpangsiuran yang dapat memicu kegaduhan.
Ketua Komisi 1 DPRD Bondowoso, Setyo Budi, menegaskan bahwa penundaan ini merupakan bagian dari dinamika kebijakan yang perlu disikapi dengan dewasa. Namun demikian, ia mengingatkan agar jangan sampai muncul ruang kosong informasi yang justru melahirkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
“Komisi 1 sudah meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk segera memberikan penjelasan resmi kepada para kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kita tidak ingin masyarakat bingung,” ujar Setyo Budi, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci utama agar situasi desa tetap kondusif dan pelayanan publik tidak terganggu. Setyo bahkan menilai penundaan ini bisa dijadikan momentum untuk menunjukkan kedewasaan berdemokrasi masyarakat Bondowoso.
“Justru ini saatnya kita semua membuktikan kedewasaan berdemokrasi. Jangan sampai suasana desa memanas hanya karena informasi yang simpang siur,” tegasnya.
Komisi 1 DPRD Bondowoso juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, keluhan, ataupun pertanyaan terkait penundaan Pilkades. Setyo memastikan DPRD siap menjembatani suara rakyat agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak eksekutif.
“Stabilitas desa itu bukan hanya soal pemerintahan berjalan, tapi juga tentang rasa aman warganya karena mereka tahu dengan jelas apa yang sedang terjadi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Setyo Budi turut menekankan pentingnya peran media massa dalam menjaga keseimbangan informasi. Menurutnya, media harus bisa menjadi penyalur informasi yang benar, agar publik tidak mudah terjebak pada narasi yang menyesatkan atau memicu keresahan.
“Kita harap semua pihak, termasuk media, bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif. Jangan malah menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya. [awi/beq]






