Pasuruan (beritajatim.com) – Deretan medali emas untuk Kabupaten Pasuruan terus bertambah dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 yang digelar di wilayah Malang Raya. Kali ini, cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) menyumbangkan dua medali emas sekaligus yang menambah kebanggaan kontingen.
Medali emas pertama diraih oleh Muhammad Nouval Rizky Pratama pada kategori usia 16–17 tahun kelas 52,2 kg. Nouval tampil gemilang usai mengalahkan lawan tangguh dari Bangkalan dalam pertarungan yang berjalan ketat dan penuh tensi.
Emas kedua datang dari sektor putri melalui Siti Davina Maretta Amri. Atlet muda ini memastikan kemenangan tanpa bertanding atau walkover (WO) setelah lawannya dari Kabupaten Mojokerto tidak dapat melanjutkan laga di kelas 65,8 kg kategori usia 18–23 tahun. Hasil tersebut sekaligus melengkapi kebanggaan tim MMA Kabupaten Pasuruan yang mengirimkan total sepuluh atlet ke Porprov tahun ini.
Dua medali emas tersebut menjadi buah manis dari latihan panjang dan disiplin yang dijalani para atlet. Seluruh petarung MMA Kabupaten Pasuruan dibina dalam program training center (TC) intensif di tiga sasana berbeda, yakni Deplatte Fighting Club, Overhand MMA, dan Cygnus Bromo Steel. Mereka berlatih di bawah bimbingan pelatih Mawdudi Adi Nugroho serta Alief Yudistira Iskandar.
Pelatih Mawdudi mengungkapkan bahwa capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari persiapan matang selama lebih dari satu tahun. Para atlet secara rutin melakukan uji tanding ke berbagai daerah untuk mengasah kemampuan. “TC kami lakukan lebih dari setahun, dengan sparing rutin ke luar kota seperti Pamekasan dan Mojokerto,” ujarnya.
Menurut Mawdudi, strategi menjadi kunci penting terutama ketika menghadapi lawan dengan kemampuan grappling setara. “Kalau sama-sama kuat main bawah, kami harus ubah strategi agar tidak mudah ditebak,” jelasnya.
Ia juga memberikan semangat kepada para atlet yang belum berhasil meraih medali agar tidak patah arang. “Yang belum juara tetap harus konsisten latihan, karena peluang masih terbuka,” katanya. Untuk atlet peraih medali emas, Mawdudi menegaskan agar tidak cepat puas dengan hasil yang diraih. “Jangan sampai terkena star syndrome, karena akan ada regenerasi terus di dunia olahraga,” tegasnya.
Dengan rata-rata usia atlet yang masih muda, masa depan MMA Kabupaten Pasuruan dinilai sangat menjanjikan. Mereka diyakini memiliki potensi besar untuk terus berprestasi pada ajang Porprov selanjutnya maupun kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. [ada/beq]






