Jember (beritajatim.com) – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2025-2029 meletakkan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas pemerintahan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.
“Peningkatan akses pendidikan dan kesehatan dalam masyarakat merupakan fondasi utama untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Juru bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Nurhuda Candra Hidayat, dalam sidang paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Pengantar RPJMD 2025-2029, Senin (23/6/2025).
Pemkab Jember harus menyediakan fasilitas yang merata, tenaga profesional yang kompeten, serta kebijakan inklusif bagi kelompok rentan. “Namun, tantangannya tidak ringan,” kata Nurhuda.
Menurut Nurhuda. ketimpangan wilayah antara desa dan kota, keterbatasan anggaran, rendahnya literasi kesehatan dan pendidikan, serta resistensi budaya di beberapa komunitas seringkali menghambat efektivitas program.
“Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi lintas sektor dan keberpihakan kebijakan yang kuat untuk menjamin setiap lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak dan bermutu,” kata Nurhuda.
Di sinilah Nurhuda mengingatkan, pembahasan RPJMD tak sekadar menggugurkan kewajiban dan sebatas menjalankan prosedur formal. “Kita hadir dengan kesadaran penuh bahwa Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Jember 2025–2029 bukanlah sekadar dokumen teknokratik, melainkan arah masa depan daerah kita,” katanya.
Menurut Nurhuda, di balik setiap kata dan pasal yang disusun, ada harapan rakyat yang menanti perubahan. “Maka, biarlah setiap keputusan yang kita ambil menjadi jawaban nyata atas persoalan yang selama ini membelenggu, dan menjadi pijakan bersama menuju Jember yang lebih adil, maju, dan bermartabat,” katanya.
Partai Kebangkitan Bangsa berharap visi ‘Dengan Cinta Wujudkan Jember Baru yang Lebih Sejahtera dan Maju’ benar-benar menjadi visi yang inspiratif, menyentuh hati, serta membangkitkan semangat kebersamaan lintas elemen masyarakat.
“Pemilihan kata ‘cinta’ kami maknai sebagai simbol pendekatan yang humanis dan penuh empati dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat,” kata Nurhuda.
Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Golkar Amanat Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat mengingatkan, pembangunan sumber daya manusia adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah harus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mengurangi ketimpangan akses terhadap layanan dasar,” kata Birbik.
Selain itu, lanjut Birbik, pemerintah daerah harus berkomitmen meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal untuk memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“RPJMD yang telah disusun ini, jika diimplementasikan dengan baik, berpotensi untuk menjadikan Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional,” kata Birbik. [wir]






