Malang (beritajatim.com) – Executive Committee (Exco) PSSI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok, meluapkan kekecewaan atas pelaksanaan cabang olahraga sepak bola Porprov IX Jawa Timur 2025. Zulham menyebut tim Kabupaten Malang seperti dikerjai dan meminta agar PSSI Jatim segera melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan pertandingan.
“Kami meminta supaya PSSI Jatim ini memperbaiki, evaluasi, termasuk Panpel-nya evaluasi diri. Malang ini punya sejarah panjang terkait dengan persepakbolaan, kalau kita dikerjain gini ya mohon maaf, kekhawatiran kita tidak kondusif jadinya ke depan ini, tadi hampir saja tidak kondusif tapi berhasil kita kendalikan. Artinya kita tidak puas atas pertandingan hari ini,” kata Zulham kepada wartawan.
Ia menilai ketidakadilan terjadi dalam dua laga terakhir yang dijalani Kabupaten Malang saat menghadapi Kota Kediri pada Sabtu (21/6/2025) dan Kabupaten Tulungagung, Senin (23/6/2025). Zulham menyoroti performa perangkat pertandingan yang menurutnya tidak netral dan merugikan timnya.
Selain soal kepemimpinan wasit, Zulham juga mempertanyakan pemberian sanksi kepada timnya yang dianggap tidak proporsional. Ia mengungkapkan bahwa saat laga melawan Kota Kediri, Kabupaten Malang dijatuhi denda sebesar Rp7,5 juta hanya karena insiden pelemparan botol oleh penonton.
“Kami beda sama Kota Malang, dibandingkan dengan Kota Malang, dua kali pertandingan dua kali keributan, kan parah itu waktu melawan Bojonegoro, sampai ada yang ditempeleng ofisialnya tapi kok tidak ada sanksinya. Nah kita kemarin pada pertandingan melawan Kota Kediri itu ada penonton melempar botol air mineral ke bench pemain itu kena sanksi langsung 7,5 juta. Nah Kota Malang kok tidak ada sanksinya, apa bedanya Kota Malang dengan kita?” ucapnya.
Zulham menyebut tidak ada laporan dari panitia pertandingan, namun sanksi tetap dijatuhkan berdasarkan laporan langsung dari pengawas pertandingan ke Komisi Disiplin.
“Wong kita gak ada laporan, artinya itu murni dari pengawas pertandingan langsung memberikan laporan pada Komdis, langsung Komdis memberikan sanksi. Nah yang berantem viral gak ada sanksi tapi yang lempar air mineral satu saja kena 7,5 juta,” tutup Zulham dengan nada kecewa.
Ketegasan Zulham menjadi sinyal peringatan serius agar penyelenggaraan Porprov Jatim tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan sportivitas. Jika tidak segera dievaluasi, bukan tidak mungkin ketidakpuasan tim-tim peserta dapat berujung pada ketegangan yang merusak semangat kompetisi. [yog/ian]






