Malang (beritajatim.com) – Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) dilaporkan hilang terseret arus saat bermain air di kawasan Pantai Ungapan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, pada Sabtu pagi (21/6/2025). Menyikapi kabar tersebut, pihak Polinema menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa mereka tengah melakukan klarifikasi serta telah mengirim tim ke lokasi kejadian.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Humas Polinema mewakili unsur pimpinan, kampus menyatakan tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan terus menggali informasi terkini.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini dan saat ini sedang mencari informasi lebih detail untuk memastikan identitas mahasiswa yang diberitakan. Para pembina kemahasiswaan dan fungsionaris organisasi mahasiswa terus melakukan pelacakan data di lapangan,” ujar perwakilan Humas Polinema, Senin (23/6/2025).
Berdasarkan informasi dari kepolisian dan tim SAR, rombongan mahasiswa yang berjumlah 13 orang tiba di Pantai Ungapan pada Sabtu dini hari pukul 03.30 WIB. Setelah menyelesaikan proses administrasi tiket masuk kawasan wisata, beberapa dari mereka turun ke area muara sungai untuk bermain air.
Sekitar pukul 06.30 WIB, dua mahasiswa terseret arus kuat. Satu di antaranya, Febrian Aditya Permana (19), berhasil diselamatkan nelayan yang berada di lokasi. Sementara itu, korban lain bernama Muhamad Reval Abwinanda (19), warga Purwosari, Kabupaten Pasuruan, hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.
Pihak kampus mengungkapkan bahwa klarifikasi lebih lanjut masih berlangsung, termasuk menunggu data dari lokasi kejadian secara akurat.
“Saat ini masih proses klarifikasi informasi yang lebih rinci, khususnya terkait perkembangan terakhir di lapangan. Kami juga telah mengirim tim Humas dan pembina untuk memastikan situasi yang sebenarnya serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tambah pihak Humas Polinema.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud Polres Malang, TNI AL, PMI, relawan, dan nelayan setempat telah menyisir area sekitar muara, baik di darat maupun di laut. Namun, kondisi cuaca ekstrem berupa ombak setinggi 1,5–2,5 meter dan angin kencang menghambat upaya pencarian.
Penyisiran dilakukan hingga ke arah timur Pantai Sendiki dan barat menuju Pantai Wonogoro. Proses pencarian masih dilanjutkan hari ini, Senin (23/6/2025), dengan melibatkan berbagai unsur gabungan.
Pimpinan Polinema menyampaikan harapan agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka juga mengimbau agar kegiatan wisata mahasiswa di masa mendatang memperhatikan aspek keselamatan secara lebih ketat, terutama di wilayah rawan seperti pantai selatan.
“Kami sangat berharap korban dapat segera ditemukan. Kami terus mendukung penuh seluruh proses pencarian yang dilakukan oleh tim di lapangan,” tutup Humas Polinema. (dan/but)






