Surabaya (beritajatim.com) – Memperingati 55 tahun Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar tabur bunga dan napak tilas.
Tabur bunga dan napak tilas ini menjadi wujud penghormatan terhadap Bung Karno sebagai Bapak Marhaenisme. Para kader GMNI juga melakukan refleksi atas nilai-nilai perjuangan sang proklamator dalam membela kaum tertindas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk rasa penghormatan kami sebagai kader GMNI untuk mengenang 55 tahun wafatnya Bapak Marhaenisme,” ujar Ketua Komisariat GMNI UNTAG 1945 Surabaya, Afrido Fahresy, Minggu (22/6/2025).
Ia menegaskan bahwa napak tilas ini tidak hanya bersifat seremonial, namun juga menjadi sarana pembelajaran. Para kader diajak memahami relevansi ajaran Bung Karno dalam konteks sosial-politik hari ini.
“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno,” tegas Afrido.
Rangkaian acara meliputi tabur bunga, diskusi ideologi, serta penelusuran jejak sejarah perjuangan Bung Karno. Diskusi yang dilakukan secara terbuka juga membedah implementasi nilai-nilai Pancasila di era modern.
Sementara itu, anggota Komisariat GMNI UNTAG, Frengky menyampaikan bahwa sebagai kader, ia merasa terpanggil saat berada di makam Bung Karno. Ia menilai bahwa Marhaenisme adalah ideologi yang mengajarkan keberpihakan kepada rakyat kecil.
“Ideologi ini mengajarkan kita untuk selalu berpihak pada rakyat kecil dan memperjuangkan keadilan sosial,” ucap Frengky.
GMNI UNTAG 1945 Surabaya berharap kegiatan ini mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa. Mereka menegaskan pentingnya menggali kembali semangat nasionalisme dan ajaran luhur dari sang pendiri bangsa.
“Kami berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh founding fathers,” tandas Afrido. [asg/ian]






