Surabaya (beritajatim.com) – Pesawat ditumpangi rombongan jemaah haji asal Debarkasi Surabaya mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, usai mendapat ancaman bom pada Sabtu (21/6/2025), sekitar pukul 09.27 WIB.
Pesawat itu diketahui mengangkut sebanyak 376 jamaah haji asal Kabupaten Jember, tergabung di kloter 33, yang seharusnya dijadwalkan tiba pukul 11.30 WIB di Bandara Internasional Junada, siang tadi.
Plh Sekertaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo mengatakan bahwa kejadian ini termasuk di luar prediksi. Namun, ia memastikan seluruh jamaah haji dalam kondisi sehat dan dipastikan baik-baik saja.
“Tadi rerpaksa mendarat di Bandara Kualanamu, Medan karena ada teror bom. Kemudian jamaah di evakuasi di Kualanamu dan di inapkan di hotel di Medan,” kata Sugiyo ditemui awak media, pada Sabtu (21/6) sore.
Dia menjelaskan bahwa kondisi pesawat saat ini sedang diselidiki oleh aparat terkait. Teror bom ini bukan yang pertama kali terjadi; rombongan jemaah haji di pesawat Jakarta juga mengalaminya beberapa hari lalu, namun tidak terbukti.
“Sampai hari ini belum ada laporan perkembangan penyelidikan, tapi kalau melihat ancaman bom kemarin, InsyaAllah aman. Belum ketemu motifnya,” urainya.
Debarkasi Surabaya sendiri sudah melakukan pengembangan informasi kepada pihak keluarga jamaah haji kloter 33 dari Kabupaten Jember. Untuk kepulangan jamaah ke Jawa Timur dijadwalkan ulang pada Minggu (22/6) pukul 03.30 WIB dini hari.
“Untuk informasi ke daerah, kita tidak melakukan sendiri, tapi melalui Kementerian Agama Kabupaten Jember. Jadi kita sudah koordinasi dan tidak ada masalah, tidak ada apa-apa, sehingga keluarga jamaah harus tenang,” ucapnya. [kun]






