Jombang (beritajatim.com) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani, turun langsung menyapa warga Kampung Si Besut di Desa Kaliwungu Kecamatan Jombang, Jumat (20/6/2025).
Didampingi jajaran TP PKK setempat, ia menyusuri gang-gang kecil yang dipenuhi tanaman hijau. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari komitmen nyata untuk mendukung pemberdayaan lingkungan berbasis komunitas.
Kegiatan ini berlangsung setelah prosesi pengukuhan pengurus TP PKK Kabupaten Jombang, tepat pukul 13.30 WIB. Namun suasana di Kampung Si Besut jauh dari formal. Warga dari berbagai latar belakang—tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu PKK, hingga remaja—menyambut hangat kedatangan rombongan.
Yuliati tak kuasa menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas antusiasme warga serta kemajuan yang telah dicapai Kampung Si Besut dalam menjaga lingkungan secara mandiri.
“Kampung Si Besut menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan paling kecil, dari rumah, gang, hingga RT. Ini bukan sekadar bersih secara fisik, tapi juga bersih dari hati, dengan semangat kolektif yang luar biasa,” ucapnya.
Ia menyoroti pentingnya kemandirian warga dalam membangun kampung, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Saat mendengar bahwa warga mengusulkan bantuan berupa mesin pencacah plastik alih-alih meminta bantuan langsung berupa dana, Yuliati memberikan apresiasi tinggi.
“Panjenengan justru minta kail, bukan minta ikan. Ini luar biasa. Saya salut. Semangat seperti ini yang harus ditularkan ke seluruh penjuru Jombang,” tegasnya.
Yuliati bahkan berharap agar Kampung Si Besut bisa menjadi pusat pelatihan lingkungan untuk desa-desa lain di Jombang. “Bukan hanya untuk menunjukkan hasil, tapi mengajarkan prosesnya. Mulai dari memilah sampah, membuat eco brick, sampai mengolah toga jadi produk bernilai,” pintanya.
Selama kunjungan, rombongan menyaksikan praktik-praktik lingkungan yang dilakukan warga secara langsung. Warga tidak hanya memilah sampah dan membuat kompos, tetapi juga mengolah tanaman toga menjadi makanan serta minuman bergizi, dan mengubah limbah plastik menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi.
Posyandu RT 07/RW 03 menjadi salah satu titik kunjungan yang menarik perhatian. Di sini, warga mendapat layanan kesehatan sembari belajar tentang gizi dan pengolahan makanan sehat hasil produksi ibu-ibu PKK. Menurut Ketua RT 07, Sunarto, keberadaan mesin pencacah plastik sangat dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan sampah rumah tangga.
“Mesin ini sangat membantu kami memilah dan mendaur ulang sampah plastik. Sekarang warga jadi semangat mengumpulkan dan mengolah, bukan lagi membuang sembarangan. Semoga Ibu Yuliati nanti melalui pemerintah Kabupaten Jombang bisa memberikan bantuan itu sehingga memudahkan kami dalam proses pengolahan sampah,” jelasnya.

Dampak dari gerakan ini juga mulai terasa secara ekonomi. Barang bekas disulap menjadi produk seperti tas, keset, tudung saji, bunga hias, hingga taplak meja yang tidak hanya mempercantik rumah warga, tetapi juga laku dijual.
Ketua Pokja IV TP PKK Kaliwungu, Santi, menyampaikan rasa bangganya terhadap keterlibatan aktif masyarakat. “Yang membuat kami bangga, semua ini muncul dari inisiatif warga sendiri. Kami dari TP PKK hanya memfasilitasi, sisanya adalah kerja keras dan cinta warga pada kampungnya,” ujarnya.
Kampung Si Besut kini menjadi teladan bahwa kolaborasi antara warga dan kelembagaan masyarakat seperti PKK dapat menciptakan perubahan lingkungan yang berkelanjutan dan mengakar. Yuliati berharap, semangat dan keberhasilan Kampung Si Besut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Jombang. [suf]






