Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Wisuda Periode ke-76 dengan meluluskan sebanyak 715 wisudawan dari berbagai jenjang, mulai dari sarjana, magister, hingga doktor pada Sabtu (21/6/2025). Acara wisuda ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen Unisma dalam membentuk lulusan yang tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Wakil Rektor I Unisma, dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., menjelaskan bahwa dari total wisudawan tersebut, sebanyak 419 di antaranya adalah perempuan dan 296 laki-laki. Fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan 169 wisudawan, terutama dari Program Studi Manajemen, disusul oleh Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran.
“Mayoritas yang diwisuda berasal dari semester 8. Pelaksanaan wisuda tetap seperti periode sebelumnya, digelar satu hari penuh untuk seluruh jenjang pendidikan,” ujarnya.
Dalam keterangan kepada media, dr. Erna menyampaikan pesan penting kepada para lulusan untuk menjadi pencipta pekerjaan, bukan hanya pencari kerja. Ia menyinggung realita di Indonesia, di mana jutaan sarjana masih menganggur karena terbatasnya lapangan pekerjaan.
“Kami ingin lulusan Unisma bisa menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh untuk menciptakan usaha sendiri. Ini bagian dari strategi kami sebagai entrepreneurial university,” katanya.
Unisma telah mengimplementasikan berbagai program kewirausahaan, mulai dari mata kuliah formal kewirausahaan, pendampingan melalui Lembaga Pengembangan Inovasi dan Bisnis (LPIB), hingga pelatihan dan kompetisi bisnis tingkat nasional. Salah satu tim mahasiswa UNISMA bahkan berhasil meraih juara 1 tingkat nasional dan membawa pulang modal usaha sebesar Rp45 juta.
Unisma juga aktif dalam program Magang Kewirausahaan Kampus Merdeka (MBKM) dan menjalin kolaborasi dengan kampus lain untuk menyelenggarakan pembelajaran kewirausahaan lintas perguruan tinggi.
Lebih lanjut, dr. Erna mengungkapkan bahwa UNISMA sedang berada dalam fase transisi dari milestone sebagai entrepreneurial university menuju World Class University (WCU) pada tahun 2027. Tahun 2025 ini menjadi tonggak awal perubahan arah strategis UNISMA ke level internasional.
“Kita mulai memperluas kerja sama global. Salah satu program yang kami jalankan adalah skema 2+2 dan 3+1 dengan Saint John University, Taiwan. Mahasiswa kuliah dua tahun di UNISMA dan dua tahun di Taiwan, lalu magang dua tahun dengan gaji setara standar Taiwan,” jelasnya.
Sania Putri Cahyaningrum, S.Pd., mahasiswi Program Studi Akuntansi FEB, lulus dengan IPK sempurna 4,00 hanya dalam 7 semester. Skripsinya mengangkat tema “Penghindaran Pajak dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan”.

“Kuncinya adalah konsistensi belajar dan doa. Saya ingin pulang ke Palembang dan membantu orang tua yang mengelola yayasan. Ilmu akuntansi saya akan saya gunakan untuk mendukung usaha keluarga,” tuturnya.
Sania menegaskan bahwa kuliah 3,5 tahun bukan hal mustahil asalkan fokus dan tahan terhadap tantangan. Sementara itu, Shihaf Ismi Salman Najib, S.H., lulusan Fakultas Hukum dengan IPK 3,97, menyampaikan tips uniknya dengan mengutip syair klasik dari Syekh Imam Azad Muji dalam Ta’limul Muta’allim yang menyebut enam bekal penting dalam mencari ilmu: kecerdasan, semangat, kesabaran, pendamping, guru, dan waktu.
“Ilmu itu tidak bisa diperoleh secara instan. Harus ada bekal, harus sabar, dan butuh proses panjang. Belajar itu tidak berhenti saat keluar dari kelas,” ujar Shihaf.
Dengan semangat kewirausahaan, orientasi global, dan semangat mencetak lulusan berkualitas, Unisma semakin mantap menuju universitas berkelas dunia. Wisuda kali ini bukan hanya pelepasan gelar akademik, tetapi juga deklarasi bahwa lulusan Unisma siap menciptakan perubahan di tengah tantangan global dan lokal.
“Mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga visi, keterampilan, dan semangat untuk membangun masa depan bangsa,” pungkas dr. Erna. [dan/aje]






