Malang (beritajatim.com) – Telkomsel memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan kampus vokasi. Melalui berbagai program strategis, perusahaan telekomunikasi ini mendorong pemanfaatan teknologi seperti jaringan 5G, Internet of Things (IoT), dan energi hijau untuk mempercepat inovasi dan hilirisasi hasil riset.
Beny Candra Febrianto, Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Malang, menegaskan bahwa Telkomsel siap menjadi mitra aktif dalam menjadikan kampus lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya itu diwujudkan lewat program pendampingan, sinergi inovasi, hingga penerapan langsung teknologi industri di lingkungan kampus.
“Goal kami adalah memberikan dampak pada pengembangan teknologi dan mendorong kampus agar lebih optimal, selalu mengikuti perkembangan zaman, dan up to date,” ujar Beny saat ditemui dalam workshop yang digelar Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Senin (16/6/2025).
Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat Telkomsel akan meluncurkan sejumlah program kerja sama yang fokus pada pemanfaatan jaringan 5G, teknologi IoT, serta edukasi digital berbasis data. Di samping itu, Telkomsel juga tengah mendorong teknologi ramah lingkungan seperti karbon kredit dalam konteks transisi energi hijau.
“Program-program kami akan menyasar langsung ke departemen atau divisi terkait di kampus. Mulai dari pengembangan IoT, 5G, sampai green energy. Semua diarahkan agar bisa bermanfaat langsung bagi masyarakat,” jelas Beny.
Telkomsel sendiri telah menyiapkan jaringan 5G dengan kecepatan hingga 200–300 Mbps yang dapat mendukung kebutuhan live streaming, aplikasi IoT, serta aktivitas digital lainnya. Namun, persebaran 5G dilakukan secara bertahap berdasarkan pemetaan trafik data dan tingkat kepemilikan perangkat (handset) yang mendukung teknologi tersebut.
“Kami tidak bisa sembarangan pasang 5G di semua titik. Implementasi harus mempertimbangkan tren penggunaan dan kepemilikan handset dari pelanggan,” katanya.
Beberapa kawasan di Kota Malang, seperti Kayutangan, disebut telah mencatat trafik tinggi dan menjadi prioritas dalam penerapan jaringan 5G. Titik-titik lainnya masih menunggu hasil pemetaan lebih lanjut dari sisi infrastruktur dan tren penggunaan.
Lebih lanjut, Beny menyoroti pentingnya kolaborasi antara dunia industri dan kampus dalam memperkuat hilirisasi hasil riset, agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, keterlibatan industri merupakan kunci dalam mengakselerasi proses hilirisasi tersebut.
“Tanpa keterlibatan industri, hilirisasi riset akan sulit berjalan. Kami berharap Telkomsel bisa berperan sebagai pendamping dalam proses ini,” tandasnya.
Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjadi salah satu mitra vokasi yang telah menjalin komunikasi aktif dengan Telkomsel. Melalui forum seperti Pekan Kampus Industri, sinergi antara kampus dan pelaku industri diharapkan mampu menciptakan model kolaborasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan berbagai inisiatif ini, Telkomsel tidak hanya memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan digital, tetapi juga tampil sebagai katalisator kemajuan teknologi dan pendidikan vokasi di Indonesia. [dan/beq]






