Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mematangkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat dengan melakukan verifikasi lapangan terhadap calon peserta didik. Dari 100 siswa yang telah ditetapkan—masing-masing 50 tingkat SMP dan 50 tingkat SMA—tahap penetapan akhir kini sedang berlangsung.
Sebagai bentuk keseriusan agar program ini tepat sasaran, Pemkab Jombang melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah calon siswa. Kegiatan home visit ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo. Turut mendampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, serta Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wor Windari.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Jombang, Warsubi. Pemkab ingin memastikan bahwa anak-anak yang terpilih berasal dari keluarga yang benar-benar membutuhkan dan siap mengikuti sistem pendidikan berbasis asrama.
Beberapa calon siswa yang dikunjungi secara acak antara lain Hani Salma dari Dusun Kedawong, Mochammad Fikrul M. dan Wigid Juliansyah dari Dusun Mentaos Kecamatan Gudo, Wahyu Yeyen Setianingsih dari Desa Sukopinggir, serta Iffah Nur Qolbia dari Desa Sugihwaras, Diwek. Mereka merupakan representasi dari para calon peserta didik yang telah melewati tahap seleksi administratif.
Agus Purnomo menjelaskan bahwa home visit ini bertujuan untuk menilai kesiapan siswa dan keluarga terhadap sistem boarding school yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat.
“Kami ingin memastikan anak-anak dan orang tua mereka siap dengan sistem boarding school atau asrama yang akan diterapkan, serta mematuhi segala peraturan yang ada,” tutur Agus Purnomo, Minggu (15/6/2025).
Hasil kunjungan di tiga titik menunjukkan bahwa calon siswa dan keluarganya sangat mendukung program ini. Agus Purnomo menilai dukungan tersebut sangat penting untuk menjamin kelangsungan pendidikan siswa dan mencegah risiko putus sekolah.
“Dari tiga titik yang kami kunjungi, baik siswa maupun keluarganya sangat mendukung program Sekolah Rakyat yang diamanahkan oleh Bapak Presiden,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Saya yakin, dengan dukungan dari orangtua, nenek, atau keluarga, mereka akan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.”
Kabupaten Jombang merupakan salah satu dari 12 kabupaten/kota di Jawa Timur yang terpilih untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat, dari total 100 sekolah yang direncanakan dibuka di seluruh Indonesia. Para siswa terpilih dijadwalkan mulai masuk asrama pada 15 Juli 2025 dan selama masa transisi akan menempati gedung sementara di SKB Mojoagung.
Pemkab Jombang berharap pada tahun 2026 mendatang para siswa dapat belajar di gedung permanen Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan di wilayah Tunggorono. Program ini merupakan implementasi kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Pemkab Jombang berharap dukungan masyarakat dapat terus mengalir agar program ini sukses dan berkelanjutan, demi mencetak generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter. [suf]






