Situbondo (beritajatim.com) – Penguatan gerakan literasi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi fase untuk membangun fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Literasi itu penting, karena itu anak tangga utama untuk Situbondo Naik Kelas. Manusia yang tanpa literasi cenderung rapuh menyikapi perkembangan zaman, kehilangan kompas atau tanpa arah,” kata Imam Sufyan, pendiri Gerakan Situbondo Membaca, ditulis Sabtu (14/6/2025).
Imam mengatakan, rendahnya minat baca bukan disebabkan ketidakmauan masyarakat untuk membaca, melainkan terbatasnya akses terhadap buku. “Minat baca akan tumbuh jika akses buku mudah,” katanya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Situbondo mencoba untuk mengurai persoalan literasi ini melalui bimbingan teknis literasi informasi, 11 Juni 2025 lalu. “Kegiatan bimtek ini menjadi salah satu upaya agar minat baca di Situbondo meningkat,” kata Kepala Bidang Perpustakaan, Imas S. Wicaksono.
Bimbingan teknis dilaksanakan di Situbondo wilayah barat, tengah, dan timur dengan melibatkan pustakawan atau pengelola perpustakaan sekolah dan desa, para guru, serta komunitas pecinta literasi.
Imas mengatakan, kesadaran membaca di masyarakat harus terus didorong dengan menekankan pentingnya peran semua pihak untuk menciptakan budaya membaca yang menyenangkan. Membaca tidak hanya memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga bisa menjadi sarana hiburan serta mendorong tumbuhnya kreativitas. [wir]






