Kediri (beritajatim.com) – Bagi Endarto Kusuma Wardhana (57), antrean panjang di rumah sakit kini tinggal kenangan. Warga Dusun Pandan Asri, Desa Lambang Kuning, Kabupaten Nganjuk ini merasakan langsung kemudahan layanan kesehatan berkat kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN.
Endarto, peserta JKN aktif, berbagi pengalamannya saat menjalani perawatan gigi. Ia sempat merasakan ngilu saat mengunyah hingga akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Namun, setelah dua kali berobat, keluhannya belum juga hilang.
“Saya berobat selama tiga bulan untuk perawatan gigi. Awalnya setiap digunakan untuk mengunyah makanan, gigi terasa ngilu. Lalu saya pergi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Namun setelah berobat selama dua kali tidak kunjung sembuh. Mungkin karena saya makannya ngawur. Kalau setelah periksa gigi dan mendapatkan perawatan, dua jam kemudian harusnya tidak boleh makan. Tapi saya tidak menghiraukannya dan tetap makan jadinya tidak membaik,” ungkap Endarto.
Setelah tidak menunjukkan perubahan berarti, ia pun dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan. Di sanalah ia mendapatkan kepastian diagnosa bahwa giginya tidak perlu dicabut seperti keinginannya, karena masih bisa diselamatkan.
“Karena tidak tahan dengan rasa ngilunya, saya pengen gigi yang bermasalah segera dicabut. Tapi menurut dokter yang memeriksa ternyata masih ada mahkota yang bisa diselamatkan sehingga tidak perlu dicabut dan cukup diberikan perawatan rutin. Alhamdulillah sekarang progresnya sudah bagus,” jelasnya.
Saat ditemui di poli gigi rumah sakit, Endarto tampak lebih lega. Ia menjelaskan, proses antrean menjadi jauh lebih praktis setelah memanfaatkan fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN. Awalnya diajari oleh sang istri, kini fitur itu jadi solusi utamanya untuk menghemat waktu dan tenaga.
“Saya pakai Mobile JKN itu diajarin sama istri. Setelah bisa akhirnya selalu menggunakannya untuk mengambil antrean online di faskes. Kalau buat saya sangat bermanfaat dan meringankan masalah ya. Tadinya harus datang pagi buat ambil antrean, sekarang ibarat bangun tidur pun sudah dapat nomor antrean dari rumah. Karena adanya antrean online, saya bisa mengestimasi kapan harus berangkat ke rumah sakit dan jam berapa saya mendapatkan perawatan. Ini cukup membuat waktu lebih efisien. Alhamdulillah saya selalu puas selama menggunakan JKN,” tuturnya.
Sementara itu, Ludfi, Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan, menegaskan pentingnya penerapan antrean online demi kelancaran layanan. Ia menyebut sistem ini membawa banyak perubahan positif, baik bagi rumah sakit maupun pasien.
“Untuk penerapan antrean online kami memastikan seluruh pasien yang masuk ke poliklinik wajib sudah booking antrean online melalui mobile JKN, apabila ada yang belum daftar secara online, akan diarahkan untuk menggunakan antrean online. Dampak setelah adanya antrean online adalah penumpukan pasien di loket pendaftaran dan apotek dapat diminimalisir, pasien tidak perlu antre terlalu lama di apotek dan pendaftaran. Tidak hanya itu pasien juga mendapatkan kepastian jam pelayanan dokter,” ujar Ludfi. [nm/ted]






