Surabaya (beritajatim.com) — Suasana semangat dan antusiasme memenuhi Graha Pustaka lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Jl. Menur Pumpungan, Surabaya, pada Jumat (13/6/2025). Agenda penting Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Lokal Jawa Timur menjadi magnet tersendiri bagi para penulis yang hadir dari berbagai daerah di provinsi ini.
Bimtek sesi ke-3 ini menjadi titik krusial dalam rangkaian kegiatan kepenulisan yang diselenggarakan secara hybrid. Sebanyak 75 peserta, baik yang hadir langsung maupun daring, tampak penuh semangat dalam mengikuti tahapan terakhir—penyempurnaan karya tulis yang telah disusun secara mandiri.
Selama satu pekan ke depan, peserta diberi waktu untuk memperbaiki dan menyempurnakan naskah mereka sebelum akhirnya dipilih lima karya terbaik.
Para penulis yang terpilih akan mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan masing-masing sebesar Rp2.500.000, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas literasi di tingkat lokal.
Acara ini menghadirkan narasumber berpengalaman dan inspiratif, antara lain Bambang Prakoso (Ketua GPMB Jatim dan Dosen UWKS Surabaya), Teguh Wahyu Utomo (Penulis sekaligus Wartawan Senior), serta Aditya Akbar Hakim (Penulis Lintas Negara dan Pegiat Literasi).
Ketiganya berbagi strategi dalam menulis konten lokal agar lebih menarik serta memberikan tips-tips agar karya tulis memiliki daya tarik dan nilai jual tinggi.
Bimtek sesi pamungkas ini dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Tiat S. Suwardi. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi signifikan dalam peningkatan indeks literasi nasional.
Dengan nada optimis, Ia menekankan bahwa capaian ini bukan hanya angka statistik semata. “Ini bukti nyata dari semangat membaca dan belajar yang terus tumbuh di tengah masyarakat Jawa Timur,” katanya.
Lebih lanjut, Tiat menegaskan pentingnya bimtek ini dalam meningkatkan kompetensi para penulis lokal. Ia berharap para peserta dapat menyempurnakan naskah mereka menjadi buku yang berkualitas dan mengangkat kearifan lokal.
“Dengan adanya Bimtek ini maka penulis dapat menyempurnakan buku yang sudah diangkat,” ujarnya.
Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Lokal ini sekaligus menjadi ruang temu kreatif dan edukatif bagi para pegiat literasi, memperkuat jejaring penulis daerah, serta memperkaya khazanah kepenulisan berbasis budaya dan isu lokal. [suf]






