Jombang (beritajatim.com) – Dusun Turi, Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang menjadi saksi geliat industri kreatif bidang olahraga yang dirintis oleh seorang pemuda bernama Frendy Adi Nugroho.
Pemilik UD Trophy Jaya ini memproduksi sebanyak 7.900 medali untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025 yang akan digelar di Malang Raya pada 28 Juni – 5 Juli 2025.
Frendy membuktikan bahwa kesuksesan bisa dibangun dari desa. Dengan omset usaha yang mencapai Rp200 juta per bulan, dia tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi 30 ibu rumah tangga sekitar.
Para karyawan bekerja merampungkan pesanan medali berdiameter 8 cm dan berat 100 gram yang terdiri dari 2.370 medali emas, 2.370 medali perak, dan 3.160 medali perunggu. “Sebanyak 50 persen telah rampung, sudah kami kirim ke PB Porprov KONI Jawa Timur,” ujar Frendy, Kamis (12/6/2025).
Proses produksi dilakukan secara bertahap. Keping medali dicetak oleh pabrik injeksi di luar Kabupaten Jombang, sementara proses pengecatan dan penyepuhan dikerjakan di dapur rumah Frendy.
Warna-warna mencolok seperti biru, kuning, hijau, merah, dan putih menghiasi medali yang dilengkapi tali gantungan bertuliskan ‘Porprov Jawa Timur Tahun 2025’.
“Alhamdulillah, ada 30 orang ibu-ibu ambil bagian pekerjaan pengecatan. Upah ngecat Rp600/keping. Bahan dari Kami, sehari orang bisa merampungkan 100 pcs, senilai Rp60 ribu. Mereka sangat senang mendapat tambahan penghasilan,” ungkap Frendy.
Lulusan Ilmu Keolahragaan dari Universitas Surabaya (Unesa) ini merintis usaha sejak 2019, berbekal pengetahuan akademik dan jaringan pertemanan semasa kuliah. Order medali Porprov 2025 yang diterimanya, diakui Frendy, merupakan buah dari kemitraan yang terjalin dengan alumni kampus.
“Belum sampai mengajukan penawaran, tetapi karena link hubungan baik, kemitraan sejak di Kampus,” terangnya.
Sebelumnya, medali untuk Porprov Jawa Timur masih diimpor dari luar negeri. Kini, berkat arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memberdayakan UMKM lokal, peluang usaha ini semakin terbuka. Frendy pun makin mantap mengembangkan lini produksinya.
Frendy tak hanya memproduksi medali. Ia juga menerima pesanan perlengkapan olahraga lainnya seperti body protector pencak silat, uniform, properti trophy, dan piala dengan berbagai ukuran dan bentuk. Bahkan, ia melayani pesanan dari luar daerah, seperti Jawa Barat yang dikenal dengan banyaknya kejuaraan pencak silat antar perguruan.
“Alhamdulillah sebulan sekali saya antar sendiri, kirim barang orderan ke Jawa Barat, bukan hanya medali, piala, trophy, tetapi perlengkapan olahraga lainnya, siap memenuhi dengan harga kompetitif, seperti yang selama ini telah terjalin,” tukasnya.
Kini, bersama sang istri Dian Melati, Frendy berencana membangun fasilitas produksi yang lebih besar, termasuk mendatangkan mesin injeksi sendiri. Hal ini ditujukan tidak hanya untuk peningkatan produksi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat desa.
Dengan semangat pantang menyerah dan kepedulian sosial yang tinggi, Frendy menjadikan UD Trophy Jaya bukan sekadar usaha, tapi juga pusat pemberdayaan masyarakat desa yang membawa nama Jombang ke panggung olahraga Jawa Timur. [suf]






