SEMUA terasa begitu cepat bagi Lamine Yamal. Sejak debut profesional bersama FC Barcelona 29 April 2023, kariernya seolah terus meroket. Hanya dalam kurun dua tahun, dia memenangi 5 gelar. 4 bersama Blaugrana dan 1 bersama timnas Spanyol. 25 gol dan 34 assist dicatatkan Yamal dari 106 laga bersama FCB. Bersama La Furia Roja, Yamal mengemas 6 gol dan 9 assist dari 21 laga.
Bagi remaja yang baru genap 18 tahun pada 13 Juli mendatang, yang diraih Yamal memang istimewa. Bahkan, statistik dua GOAT Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tidak sehebat itu ketika seusia Yamal.
FCB dan Spanyol menemukan permata yang sangat berharga. Bahkan, FCB mengikat Yamal dengan kontrak hingga 2031 dengan klausul pelepasan sebesar EUR1 miliar (Rp18,5 triliun).
Yamal juga disebut-sebut calon kuat meraih Ballon d’Or tahun ini. Pemicunya, dia membawa FCB treble domestik. Yamal bersaing kuat dengan wide attacker Paris Saint-Germain Ousmane Dembele dan ikon Liverpool FC Mohamed Salah.
“Dia (Yamal, Red) bertalenta hebat dan pasti akan memenangi banyak gelar di masa depan. Tetapi, jangan terlalu membebaninya. Biarkan dia berkembang secara alami,” papar Ronaldo dilansir Sky Sports.
Pernyataan kapten timnas Portugal dan Al Nassr itu ada benarnya. Meski Yamal terkesan sangat dominan, dia belum sepenuhnya matang secara mental. Kegagalan bisa menghantam psikisnya.
Dan, dalam sebulan terakhir, Yamal mengalami dua kekecewaan terbesar. Yang pertama ketika FCB secara dramatis disingkirkan Inter Milan pada semifinal Liga Champions. FCB gagal ke final lantaran kalah agregat 7-6 dari rival sekota AC Milan itu.
Kekecewaan Yamal berikutnya terjadi pada final UEFA Nations League dini hari tadi. Spanyol dikalahkan Portugal 5-3 melalui adu penalti. Ronaldo seolah ingin memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Yamal.
Spanyol bukan sekadar kalah. Yamal bahkan kali pertama gagal mencatatkan kontribusi gol di fase knockout yang dijalani Spanyol. Di final dini hari tadi, dia juga gagal menjinakkan bek Portugal Nuno Mendes. Bek 23 tahun itu bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik dini hari tadi dengan mencatatkan 4 dribel sukses dan 3 tekel sukses. Selain kesuksesan mematikan pergerakan Yamal.
Yamal juga harus mengurangi “hobi” psywar. Selama ini, dia memang kerap memancing reaksi di media sosial terutama usai FCB atau Spanyol menang atau sebelum berlaga.
“Yamal masih 17 tahun. Dia baru saja menjalani musim yang berat bersama FCB,” ujar entrenador Spanyol Luis de la Fuente.
Pesan Ronaldo tampaknya juga berlaku bagi seluruh pemain muda, bukan sekadar Yamal. Jika terlalu besar kepala atau lupa diri dengan kualitas hebat yang dimiliki, semesta bisa menghancurkannya dalam sekejap. (dio)






