Manchester (beritajatim.com) – Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, memastikan bahwa ia menolak tawaran menggiurkan dari klub Arab Saudi, Al-Hilal, dan memilih bertahan di Old Trafford. Meski sempat mempertimbangkan secara serius untuk hengkang, Fernandes pada akhirnya lebih memilih untuk tetap bermain di level tertinggi bersama Setan Merah.
Pemain internasional Portugal tersebut disebut-sebut mendapatkan tawaran gaji senilai 750.000 Poundsterling per pekan, atau sekitar Rp15 miliar, dari Al-Hilal. Tawaran tersebut akan menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di dunia. Selain itu, Manchester United juga berpeluang meraup 100 juta Poundsterling atau sekitar Rp2 triliun jika menerima tawaran transfer dari klub Liga Pro Saudi tersebut.
Namun Fernandes menegaskan bahwa keinginannya masih tetap sama: bersaing di kompetisi besar dan meraih gelar bergengsi di Eropa. “Akan mudah untuk pindah ke sana [Al Hilal]. Saya sangat mengenal pemain Portugal di sana. Namun, saya ingin bermain di level tertinggi dan bersaing untuk meraih gelar-gelar utama. Saya bisa melakukannya, dan saya masih ingin melakukannya,” ujar Fernandes kepada media.
Keputusannya tersebut ia ambil setelah berdiskusi panjang lebar dengan pelatih baru Man United, Ruben Amorim, serta sang istri. Fernandes menambahkan, “Saya harus menunggu beberapa saat untuk memikirkan masa depan. Seperti yang selalu saya katakan, saya akan bersedia melakukannya jika United merasa lebih baik untuk melanjutkan hidup.”
“Saya berbicara dengan Ruben Amorim, yang benar-benar berusaha membujuk saya untuk tidak melakukannya. Saya berbicara dengan klub, yang mengatakan bahwa mereka tidak bersedia menjual saya, kecuali jika saya ingin pergi. Saya harus membuat keputusan sebagai sebuah keluarga dan memahami apa yang saya inginkan untuk masa depan saya.”
“Itulah pertanyaan yang diajukan istri saya, apa cita-cita profesional saya. Dia tidak pernah berkata ya atau tidak, dia selalu mendukung saya dan mengutamakan sisi profesional saya. Saya hanya ingin tetap berada di level tertinggi, bermain di kompetisi besar, karena saya masih merasa mampu melakukannya,” ungkap Fernandes.
Musim lalu, Fernandes tampil gemilang meski Manchester United mengalami performa yang inkonsisten. Ia mencatatkan 19 gol dan 19 assist dalam 57 penampilan di semua ajang. Namun, performa impresif sang kapten tidak cukup untuk mencegah Setan Merah mengalami salah satu akhir musim terburuk dalam sejarah Liga Primer mereka.
Keputusan Fernandes bertahan diprediksi akan mempengaruhi dinamika skuad United. Kehadiran Matheus Cunha yang baru bergabung, serta potensi kedatangan Bryan Mbeumo, membuat stok pemain bernomor punggung 10 di Old Trafford semakin melimpah. Hal ini berpotensi menghambat menit bermain bagi talenta muda seperti Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo.
Garnacho yang dikaitkan dengan klub Liga Inggris lain dikabarkan memiliki banderol sekitar 50 juta Poundsterling, sementara Mainoo dihargai sekitar 70 juta Poundsterling. Hingga kini, pemain berusia 19 tahun itu belum menyetujui perpanjangan kontrak yang akan habis pada musim panas 2027 mendatang.
Bertahannya Fernandes mungkin menjadi kabar baik bagi fans Manchester United, namun juga bisa memicu pergeseran signifikan di tubuh skuad utama, terutama bagi para pemain muda yang mengincar waktu bermain lebih banyak di musim depan. [ian]






