Milan (beritajatim.com) – Finis di posisi 8 musim ini jadi yang terburuk bagi AC Milan sejak 2014–2015. Rossoneri mengambil beberapa langkah untuk merevolusi skuad untuk musim depan. Yang pertama adalah mendatangkan Igli Tare sebagai direktur olahraga yang baru. Dini hari tadi, giliran Massimiliano Allegri yang akan menjadi allenatore anyar musim depan.
Allegri menggantikan Sergio Conceicao. Padahal, secara prestasi, Conceicao tidak terlalu buruk. Dia membawa ACM juara Supercoppa Italiana dan runner-up Coppa Italia. Tetapi kembali lagi bahwa finis di posisi 8 artinya ACM absen di ajang Eropa musim depan.
“Allegri diikat kontrak 3 musim. Dia akan menerima EUR5 juta (Rp92,7 miliar) per musim dan plus EUR2 juta (Rp37,8 miliar) untuk bonus,” tulis Sky Sports.
Max–sapaan Allegri–bukan sosok asing bagi ACM. Dia pernah menangani rival sekota Inter Milan itu pada 2010-2014. Kala itu, Allegri sukses memenangi scudetto dan Supercoppa Italiana.
Setelah itu, dia dua periode melatih Juventus (2014-2019 & 2021-2024). Bersama Juve, Allegri memenangi segalanya untuk ajang domestik. 5 scudetto, 5 Coppa Italia, dan 2 Supercoppa Italiana. Itu belum termasuk dua kali runner-up Liga Champions (2015 dan 2017).
Pada periode kedua di ACM, tugas utama Allegri adalah menghadirkan lagi Liga Champions untuk musim 2026–2027. Tugas yang sebenarnya sedikit ringan lantaran ACM absen di Eropa musim depan. Allegri “hanya” fokus di Serie A dan Coppa Italia. (dio)






