Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menyiapkan sebanyak 7.155 tim helpdesk untuk membantu masyarakat selama proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Tim ini tersebar di tingkat satuan pendidikan, cabang dinas, hingga Dindik Jatim.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa sistem SPMB 2025 juga memberikan informasi mengenai sekolah swasta yang menyediakan beasiswa penuh dan biaya terjangkau. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan terbaik untuk pendidikan anak-anak mereka.
Dalam pelaksanaan SPMB 2025, Pemprov Jatim hanya menyediakan kuota 261.396 kursi di sekolah negeri, dari total lulusan SMP dan sederajat sebanyak 682.252 siswa. Artinya, hanya 38,81 persen murid yang dapat tertampung di sekolah negeri, sementara 61,69 persen sisanya atau sekitar 420.856 murid diarahkan ke sekolah swasta.
“Kami sudah lakukan penjajakan kerja sama melalui 24 cabang dinas pendidikan sejak bulan April lalu. Dari yang kami targetkan 30 ribu, kini berkembang hingga mencapai 70 ribu lebih,” ujar Aries, Kamis (29/5/2025).
Aries juga menegaskan adanya perubahan dalam aturan seleksi jalur domisili pada tahun ini. Jika sebelumnya seleksi mengutamakan jarak, maka tahun ini seleksi akan lebih dulu mempertimbangkan nilai akademik.
“Jadi urutannya pakai nilai akademik dulu, baru jarak. Nilai akademik yang dinilai ini merupakan hasil rapor sekolah semester 1-5, kemudian ditambahkan dengan indeks sekolah,” jelasnya.
Indeks sekolah sendiri didasarkan pada persentase lulusan sekolah yang diterima di SMA negeri, lalu dibagi rata-rata. Dalam seleksi, bobot penilaian terdiri dari 60 persen nilai akademik dan 40 persen indeks sekolah.
“Ini acuan utama untuk jalur domisili. Tahun lalu indeks sekolah + akreditasi. Sekarang hanya menggunakan nilai sekolah + indeks sekolah. Kalau ada nilai yang sama, maka baru menggunakan jarak,” pungkas Aries. [tok/beq]






