Ponorogo (beritajatim.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti berkunjung ke Kabupaten Ponorogo. Kehadiran tokoh Muhammadiyah itu ke Bumi Reog, untuk membuka Olimpiade Kader Ulama Intelek (OKUI) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian menuju satu abad Pondok Gontor yang akan diperingati pada 2026 mendatang.
Menteri Abdul Mu’ti memuji peran Pondok Gontor dalam dunia pendidikan nasional. Menurutnya, Pondok Gontor adalah salah satu pesantren yang berkomitmen untuk pendidikan nasional. Dia menyebut OKUI sebagai simbol kuatnya integrasi ilmu agama dan ilmu umum.
“Saya apresiasi penyelenggaraan olimpiade ini, sebab bagian dari upaya untuk mengembangkan bakat, kemampuan dan semua potensi yang ada di pondok,” kata Mu’ti, Selasa (27/5/2025).
Olimpiade ini diikuti 14 kontingen dari berbagai pondok pesantren. Mereka akan bertanding dalam cabang matematika, biologi, sains, hingga ilmu keislaman. Bentuk lomba disusun variatif, mulai dari cerdas cermat, debat, hingga praktik lapangan.
Kompetisi akan digelar selama tujuh hari, dimulai Selasa 27 Mei hingga Jumat 30 Mei. Peserta juga dijadwalkan mengunjungi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sebagai bagian dari kegiatan studi. Penutupan sekaligus pengumuman juara akan berlangsung Sabtu (31/5) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti berterimakasih kepada Pondok Gontor atas kontribusinya dalam berbagai hal, baik dalam lingkup keumatan maupun kehidupan kebangsaan.
“Pondok ini sangat mengagumkan dalam melahirkan kader-kader pemimpin. Tidak hanya pemimpin umat , tetapi juga bangsa dan dunia,” katanya.
Pondok Gontor menyusun OKUI sebagai salah satu momentum menuju puncak satu abad berdirinya pesantren. Selama 2025 ini, Gontor menggelar beragam kegiatan bertema pendidikan, dakwah, budaya, hingga olahraga. Mulai dari sujud syukur nasional, seminar, festival film, hingga reuni besar alumni.
“Terselenggaranya olimpiade kader ulama intelek merupakan komitmen pondok yang berada pada jalur pendidikan untuk mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (end/but)






