Surabaya (beritajatim.com) – Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Jawa Timur terus gencar mengadakan sosialisasi dan edukasi bahaya merokok. Salah satunya dilakukan kepada siswa-siswi di SDN Kupang Krajan Surabaya.
Kegiatan ini dilakukan menjelang Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2025 atau World No Tobacco Day 2025.
“Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025 merupakan pengingat penting akan bahaya penggunaan tembakau dan pentingnya melindungi kesehatan kita dan generasi mendatang. Dengan memahami risiko dan mendukung langkah-langkah pengendalian tembakau, setiap individu dapat berkontribusi untuk dunia yang lebih sehat dan bebas tembakau,” kata Ketua WITT Jawa Timur, Dra. Arie Soeripan, M.M, Jumat (23/5/2025).
Dia menyampaikan, bahwa peringatan tahun ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya konsumsi produk tembakau, baik bagi kesehatan pribadi maupun lingkungan sosial.
“Tembakau merupakan salah satu penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah secara flobal, termasuk kanker, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan. Dan, masih masifnya paparan produk tembakau di kalangan remaja dan anak-anak. Iklan, promosi, dan sponsor rokok yang menyasar generasi muda dinilai menjadi faktor utama meningkatnya angka perokok pemula di Indonesia,” jelasnya.
Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025 adalah Melindungi Generasi Muda dari Manipulasi Industri dan Mencegah Penggunaan Tembakau dan Nikotin.
Arie menekankan, perlunya melindungi generasi muda dari taktik industri tembakau yang mendorong penggunaan tembakau dan memberdayakan mereka dengan pengetahuan untuk melawan pengaruh tersebut.
“Untuk itulah, kami dari WITT Jawa Timur aktif dan giat turun langsung untuk mengedukasi. Contohnya, seperti hari ini kami ke SDN Kupang Krajan. Para siswa-siswi sangat antusias dan aktif untuk bertanya hingga tanpa terasa waktu sudah habis tetap masih banyak pertanyaan. Ada pertanyaan dari siswa, bagaimana caranya untuk berhenti merokok, karena setiap hari bapaknya di rumah selalu merokok dan asapnya sangat mengganggu. Ini yang harus kita perhatikan dan beri solusi,” jelasnya.
Arie juga menyampaikan, tembakau telah membunuh jutaan jiwa setiap tahun. “Saatnya kita melindungi diri dan generasi masa depan dari dampak buruk rokok dan produk tembakau lainnya.
Mulai dari diri sendiri, katakan tidak pada rokok, dan wujudkan lingkungan yang lebih sehat. Hari ini bertujuan untuk mendorong orang-orang agar berhenti merokok dan mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat,” tuturnya.
Kepala Sekolah SDN Kupang Krajan Surabaya, Fathoni Heru Rohman, M.Pd. menyambut baik dengan hadirnya WITT Jawa Timur untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi. “Hal ini sangat penting sekali. Hal ini menimbulkan kekhawatiran luas akan potensi kehilangan satu generasi produktif, akibat kecanduan nikotin sejak dini,” pungkasnya. [tok/beq]







