Kediri (beritajatim.com) – Pembudidaya ikan cupang di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, merana setelah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Itu disebabkan lantaran benih-benih ikan yang hendak dipanen justru mati, terserang virus maupun jamur.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Maju Mandiri, Santoso, mengungkapkan penyebab utama kematian ikan adalah munculnya jamur yang dipicu oleh perubahan suhu yang terbilang cukup ekstrem. Menurut Santoso, perubahan suhu dari panas hingga dingin pada sore hingga malam hari lantaran sering hujan memicu ikan terkena virus hingga jamur, sehingga menyebabkan kematian.
“Sejak Februari hingga awal Mei ini, benih ikan yang akan kami panen banyak yang mati. Penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem yang memunculkan jamur dan bakteri,” ujar Santoso, pada Kamis (22/5/2025).
Kondisi ini juga dialami hampir semua anggota Pokdakan Mina Maju Mandiri yang beranggotakan 17 petani cupang. Puncak serangan penyakit terjadi pada April 2025 lalu. Kerugian Pokdakan Mina Maju Mandiri akibat kondisi ini mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya.
“Kalau saya kerugian antara Rp10 – 20 juta, kalau kerugian kelompok itu ya banyak. Rata-rata produksi setiap anggota per bulannya kan mencapai 50 ribu ekor, bahkan ada yang produksinya di atas 100 ribu ekor per bulan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Santoso mengatakan, untuk menghindari dampak kematian benih ikan yang kian besar, pihaknya melakukan serangkaian tindakan mitigasi dengan memberikan obat pembasmi virus dan jamur terhadap ikan, mengosongkan kolam dalam beberapa hari, dan melakukan pembersihan kolam untuk menormalkan suhu kolam. [nm/ian]







1 Komentar
Peternak harusnya …