Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Iduladha 2025, lapak penjualan hewan kurban mulai menjamur di berbagai titik Kota Surabaya. Salah satu pusat keramaian penjualan terlihat di area lapang Jalan Dr. Ir. Haji Soekarno, Kecamatan Rungkut, yang dipenuhi puluhan lapak hewan kurban dari berbagai daerah.
Mayoritas penjual merupakan peternak dari luar Surabaya seperti Situbondo dan Madura. Mereka membawa ratusan hewan kurban, baik kambing maupun sapi, dari jenis-jenis unggulan. Untuk kambing, tersedia jenis Kacang, Senduro, dan Peranakan Etawa (PE), sementara untuk sapi tersedia jenis Limosin, Pegon, dan Simental.
Harga hewan kurban pun bervariasi, tergantung ukuran dan kualitas daging. Kambing dijual dengan kisaran harga Rp3 juta hingga Rp9 juta. Sedangkan sapi dengan bobot antara 8 kuintal hingga 1 ton dibanderol mulai Rp13 juta hingga Rp55 juta.
M. Faisal, salah satu pemilik lapak, mengungkapkan bahwa dirinya sudah bertahun-tahun berjualan di lokasi tersebut dan memiliki pelanggan tetap dari berbagai kota di Jawa Timur.
“Kami buka sejak hari Senin (19/5/2025). Sampai hari ini kami sudah mendatangkan 60 ekor sapi dan 200 ekor kambing,” ujar Faisal, Rabu (21/5/2025).
Menurutnya, pembeli hewan kurban di lapaknya berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Banyuwangi. Ia juga menegaskan bahwa semua hewan kurban yang dijual telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Kesehatan Situbondo.
“Syarat izin penjualan hewan kurban dari Dinkes Situbondo kami sudah punya. Diterbitkan dalam bentuk SKKH,” tambahnya.
Ahyat, penjual lainnya, menyebutkan bahwa lapak di Jalan Dr. Ir. Haji Soekarno merupakan salah satu pasar hewan kurban terbesar di Surabaya. Menurutnya, puncak keramaian pembeli biasanya terjadi satu minggu sebelum Idul Adha.
“Hari ini sudah ada yang beli dari warga Lakarsantri, Surabaya. Laku 3 ekor. Banyak yang cari sapi untuk sementara ini. Biasanya ramai-ramainya pembeli itu di H-7 Iduladha,” jelas Ahyat. [ram/beq]






