Roma (beritajatim.com) – Bologna mencetak sejarah baru setelah menjuarai Coppa Italia 2024-2025 usai mengalahkan AC Milan dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, Kamis (15/5/2025) dini hari WIB.
Gol tunggal dari Dan Ndoye di babak kedua menjadi penentu kemenangan tim asal Emilia-Romagna tersebut. Gelar ini merupakan trofi Coppa Italia ketiga dalam sejarah klub dan yang pertama sejak musim 1973-1974, menandai berakhirnya penantian selama 51 tahun.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, di mana Bologna tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang. AC Milan sempat beberapa kali mengancam lewat Luka Jovic dan Rafael Leão, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif serta ketangguhan kiper Łukasz Skorupski membuat skor tetap imbang 0-0 hingga turun minum.
Emil Holm dan Lewis Ferguson menjadi motor serangan Bologna di babak pertama, dengan beberapa kali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, hingga peluit jeda berbunyi, skor tetap kaca mata.
AC Milan memulai babak kedua dengan lebih agresif. Peluang demi peluang diciptakan oleh Christian Pulisic, João Félix, dan Santiago Giménez, tetapi tidak ada yang mampu menggetarkan jala gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-53. Dan Ndoye, winger asal Swiss, mencetak gol usai menerima umpan matang di tengah kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok bawah gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Bologna.
Rossoneri berusaha mengejar ketertinggalan dengan memasukkan sejumlah pemain ofensif, termasuk Tammy Abraham dan Davide Calabria. Namun, sejumlah upaya mereka — termasuk dua tendangan bebas dari Pulisic dan Pavlović — gagal menembus pertahanan solid Bologna.
Hingga peluit panjang berbunyi di menit ke-90+7, Bologna mampu mempertahankan keunggulan, memastikan gelar Coppa Italia musim ini menjadi milik mereka.
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Bologna yang sebelumnya terakhir kali meraih trofi Coppa Italia 51 tahun lalu. Dengan gelar ini, I Rossoblu menegaskan kebangkitan mereka sebagai kekuatan baru di sepak bola Italia.
Sebaliknya, kegagalan ini membuat AC Milan harus menutup musim tanpa trofi. Meski sempat mengalahkan Bologna 3-1 pada laga Serie A sebelumnya, Milan tidak mampu mengulang hasil tersebut di partai puncak. [ian]






