Tuban (beritajatim.com) – Sebanyak 1.531 pencari kerja di Kabupaten Tuban mengikuti program pelatihan kerja gratis yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban. Kegiatan ini berlangsung pada 14–20 Mei 2025 dan terbagi dalam lima hari pelaksanaan dengan lima sesi tes tertulis setiap harinya.
Plt. Kepala Disnakerin Tuban, Suwito, mengatakan bahwa para peserta didominasi oleh lulusan SMA sederajat dan diseleksi berdasarkan 10 jenis pelatihan kejuruan.
“Hari ini mulai tahapan seleksi berupa tes tulis. Pengumuman administrasi sudah kami unggah di media sosial, dan hasil tes ini akan menentukan siapa saja yang lanjut pelatihan,” ujar Suwito, Rabu (14/05/2025).
1. Desain Grafis – 45 peserta
2. Gada Pratama (Satpam) – 240 peserta
3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum – 477 peserta
4. Las 3G – 159 peserta
5. Las 6G (syarat: sudah bersertifikat Las 3G) – 58 peserta
6. OPA Unit Juru Ikat Beban (Rigger) – 81 peserta
7. Operator Forklift – 195 peserta
8. Operator Crane Mobil – 79 peserta
9. Servis Motor Injeksi – 6 peserta
10. Teknisi AC – 11 peserta
Dari seluruh jenis pelatihan, K3 Umum menjadi yang paling diminati, sementara pelatihan servis motor injeksi dan teknisi AC justru memiliki peminat paling sedikit.
“Saya heran kenapa peminatnya sedikit, padahal bidang servis motor dan teknisi AC ini sangat potensial untuk wirausaha,” kata Suwito.
Ia menambahkan bahwa tujuan pelatihan ini bukan semata-mata untuk melahirkan pekerja pabrik, tetapi juga mendorong peserta untuk berwirausaha mandiri sesuai keterampilan yang didapatkan.
“Tidak semua bisa kerja di perusahaan. Melalui pelatihan ini, kami harap mereka bisa buka jasa sendiri, misalnya bengkel atau servis AC,” imbuhnya.
Suwito juga menekankan pentingnya kompetensi dan keterampilan di dunia kerja saat ini.
“Perusahaan sekarang lebih mempertimbangkan keahlian dibanding ijazah. Jadi kami minta peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, bukan sekadar mengincar sertifikat,” tegasnya.
Testimoni Peserta:
Salah satu peserta, Aidinassirotol Mustakim (21) asal Kecamatan Plumpang, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan secara gratis dari Pemkab Tuban.
“Saya pilih pelatihan operator forklift karena ingin cepat dapat kerja. Kalau ikut pelatihan mandiri, biayanya sangat mahal,” ujarnya.
Ia berharap bisa lolos ke tahap pelatihan dan menjadikan keterampilan tersebut sebagai bekal untuk melamar pekerjaan.
“Semoga setelah pelatihan ini saya bisa langsung kerja,” pungkasnya. [dya/but]







