Jakarta (beritajatim.com) – Pemerintah Afghanistan melarang permainan catur untuk sementara waktu. Larangan ini diberlakukan tanpa batas hingga ada kejelasan mengenai kesesuaian permainan tersebut dengan hukum Islam.
Juru bicara Direktorat Olahraga Afganistan, Atal Mashwani mengatakan bahwa permainan catur saat ini ditangguhkan karena dianggap memiliki potensi mengarah pada perjudian.
“Ada pertimbangan agama mengenai olahraga catur. Dalam syariat Islam, catur dianggap sebagai bentuk perjudian,” ujarnya seperti dikutip dari AFP.
Catur menjadi cabang olahraga terbaru yang dibatasi di bawah pemerintahan Taliban. Sejak kembali berkuasa pada Agustus 2021, Taliban telah memperkenalkan berbagai kebijakan yang mencerminkan interpretasi ketat terhadap hukum Islam, termasuk larangan luas terhadap partisipasi perempuan dalam olahraga.
[irp posts=”1356251″ ]
Langkah ini mengikuti kebijakan serupa sebelumnya, termasuk larangan terhadap seni bela diri campuran (MMA) yang dinilai terlalu keras dan tidak sesuai dengan nilai-nilai syariah.
MMA telah dilarang sejak 2021, menyusul aturan yang melarang “pukulan ke wajah” dalam pertandingan.
Kebijakan terbaru ini menambah panjang daftar larangan olahraga di Afganistan di bawah rezim Taliban. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan semakin sempitnya ruang publik dan aktivitas rekreatif di Afghanistan, terutama bagi generasi muda. [faw/aje]






