Jombang (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda Pasar Mojoduwur di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (9/5/2025) sore. Api yang berkobar cepat melahap sejumlah kios di sisi tenggara pasar, menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang. Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Anggota Bagana (Banser Tanggap Bencana), Rohman, yang turut membantu proses pemadaman, mengatakan bahwa dirinya mengetahui adanya kebakaran dari pengumuman musala setempat. “Semuanya habis. Lapak gerabah, makanan, hingga lapak pedagang pakaian,” kata Rohman saat berada di lokasi kejadian, Jumat malam.
Lapak yang terbakar mencakup berbagai jenis dagangan, mulai dari gerabah, makanan, hingga pakaian. Api yang terus membesar tak mampu dikendalikan warga, meskipun saat itu hujan gerimis mengguyur kawasan Desa Mojoduwur. Embusan angin yang cukup kencang juga mempersulit upaya pemadaman oleh warga yang menggunakan peralatan seadanya.
“Lapak milik paman saya rata dengan tanah. Habis dilalap api. Total yang terbakar sekitar sembilan stan atau lapak. Dari jumlah itu, delapan stan rata dengan tanah akibat terbakar,” ujar Zainal, salah satu warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Situasi yang semakin genting memaksa warga untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak berselang lama, mobil pemadam dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang tiba di lokasi. Suara sirine meraung-raung memecah malam saat petugas langsung melakukan penyemprotan ke titik-titik api.
Komandan PMK Jombang, Syamsul Bahri, membenarkan peristiwa kebakaran di Pasar Mojoduwur tersebut. “Proses pembasahan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran susulan,” jelas Syamsul.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat banyak lapak yang terbakar habis. Hingga saat ini, petugas masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, meskipun indikasi awal mengarah pada korsleting listrik.
Pasar Mojoduwur merupakan salah satu pusat ekonomi masyarakat di Kecamatan Mojowarno, sehingga kebakaran ini membawa dampak besar bagi aktivitas perdagangan dan penghidupan para pedagang setempat. [suf]






