Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, masih menyimpan kekecewaan atas hasil imbang dalam laga sengit melawan Persik Kediri pada 5 Mei 2025 lalu. Meski demikian, ia menegaskan fokus tim kini tertuju pada pertandingan berikutnya melawan Semen Padang yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada 11 Mei mendatang.
Munster menilai ada kejanggalan dalam penambahan waktu yang diberikan wasit pada laga tersebut. Menurutnya, tambahan waktu seharusnya hanya empat menit, namun pertandingan terus berjalan hingga menit ke-96 tanpa kejelasan. Hal ini menjadi perhatian serius sang pelatih asal Irlandia Utara tersebut.
“Kita berteriak agar waktu segera berakhir. Menit ke-94, menit ke-95, menuju menit ke-96. Tadinya hanya menunggu gol. Situasinya sama. Saya menonton Persib vs Bali, menit ke-94, empat menit tambahan dari wasit, meniup peluit langsung. Tidak ada waktu tambahan. Entah mengapa di sini, selalu ada waktu tambahan menit,” kata Munster usai sesi latihan tim di Lapangan Thor, Kamis (7/5/2025).
Selain mempertanyakan keputusan wasit, Munster juga mengakui adanya sejumlah kesalahan internal yang perlu dievaluasi dari laga bertajuk Derby Jatim tersebut. Ia menyebut empat poin utama yang menjadi sorotan tim pelatih, yakni kebobolan di detik akhir, penyia-nyiaan peluang, hilangnya fokus pemain, serta ketidakjelasan soal tambahan waktu.
“Kita ada kesempatan dan kita sudah berbicara semuanya. Inilah yang perlu kami fokuskan, teruslah bekerja keras. Dan ketika kami mendapat peluang, kami perlu memanfaatkannya. Karena kami mendapat peluang di setiap pertandingan,” ujarnya.
Hasil imbang melawan Persik menjadi catatan penting menjelang tiga laga sisa Persebaya di musim ini. Munster memastikan timnya akan tampil lebih fokus dan efisien dalam menyelesaikan peluang, terutama saat menjamu Semen Padang pada laga kandang akhir pekan ini. Laga ini dipastikan krusial untuk menjaga posisi Persebaya di klasemen dan mengakhiri musim dengan catatan positif. [way/ian]






