Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Kamis (8/5/2025) sore. Erupsi terjadi pukul 16.00 WIB dan memunculkan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak, dengan warna abu putih hingga kelabu berintensitas tebal mengarah ke barat.
Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Gufron Alwi, menyampaikan bahwa letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berdurasi 103 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada, Kamis 8 Mei 2025 pukul 16.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sejauh 700 meter di atas puncak,” ujar Gufron dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang.
Mengingat intensitas erupsi yang masih fluktuatif, warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur sungai tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menambahkan bahwa perluasan awan panas dan potensi aliran lahar bisa mencapai hingga 13 kilometer dari puncak.
“Ini di luar jarak 8 kilometer pembatasan di jarak 500 meter juga direkomendasikan ke masyarakat karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” jelas Yudhi.
Dengan status Gunung Semeru yang masih berada di level II (waspada), masyarakat diminta terus waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar yang bisa muncul terutama saat cuaca buruk. [has/beq]






