Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali menerima status Lisensi Asian Football Confederation (AFC) untuk ketujuh kali beruntun dari konfederasi sepakbola Asia, sekaligus ditasbihkan sebagai klub profesional oleh AFC.
Predikat Lisensi AFC ketujuh beruntun didapat Laskar Sape Kerrab, sejak 2017 hingga 2025. Namun dalam rentang waktu tersebut, pemberian status lisensi sempat terhenti pada edisi 2019 dan 2020 bersamaan dengan pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah kami kembali menerima status Lisensi AFC untuk 7 tahun berturut-turut,” kata Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, Rabu (7/5/2025) malam.
Dengan predikat tersebut, tim asal Pulau Garam, Madura, dipastikan layak tampil pada ajang internasional level AFC. “Dengan status ini, kami dinilai layak untuk tampil kembali di kancah Asia, di mana pada tahun ini kami sudah menjalaninya walaupun harus terhenti di babak semifinal,” ungkapnya.
“Namun untuk tahun ini, Madura United menerima tiga lisensi sekaligus. Meliputi lisensi Liga 1 untuk musim depan (2025/2026), lisensi AFC Challenge League, dan juga lisensi AFC Champions League 2 dengan catatan lolos bersyarat,” jelasnya.
Pihaknya berharap status tersebut dapat meningkatkan motivasi khususnya bagi jajaran manajemen tim kebanggaan suporter Madura Bersatu. “Semoga dengan adanya lisensi ini menjadi tambahan motivasi untuk terus berkembang, dan lebih semangat dalam mengarungi kompetisi musim depan,” harapnya.
“Tidak kalah penting, kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang selama ini sudah bekerja keras, sangat giat dan aktif dalam proses pendaftaran lisensi tahun ini,” pungkasnya. [pin/ian]






