Jakarta (beritajatim.com) – Rumah Makan Pagi Sore didirikan di Palembang oleh H. Lismar dan H. Sabirin, perantau dari Bukittinggi Sumatera Barat.
“Setelah sukses membuka cabang di Kemang, berlanjut ke Bandung dan terakhir di Pagi Sore Pemuda – Jakarta Timur, kami sedang bersiap-siap membuka cabang di Surabaya dan tentunya kota kota lain di Indonesia,” kata CEO Pagi Sore Hijau H Erwin.
Ditanya, kapan Pagi Sore Hijau cabang Surabaya dibuka, Erwin menyebut dalam tahun ini. “Insya Allah akhir tahun ini sudah terwujud untuk yang di Surabaya,” ujar H Erwin lagi.
Dia menambahkan, kesuksesan Pagi Sore dibanding restoran lain karena senantiasa memegang Cita Rasa Tradisi, Di Pagi Sore, setiap hidangan adalah “ungkapan cinta” —sebuah harmoni rasa, tekstur, dan aroma yang diracik untuk menyentuh hati, bukan sekadar memanjakan lidah.
Menurutnya, dibalik kekayaan rempah dan kelembutan olahannya, tersembunyi kisah yang lebih dalam kisah tentang rumah. Rumah makan ini memang dikenal sebagai restoran Premium yang mengusung konsep modern dan mewah di Indonesia.
Meskipun Pagi Sore terdapat dua manajemen yang berbeda yakni Pagi Sore yang berlogo dasar Merah dan yang berlogo Dasar Hijau namun tetap mempertahankan tradisi kerukunan anak anak dan cucu keluarga besar pendiri sangat di jaga satu sama lain.
“Kesuksesan di Palembang di mana Pagi Sore Pertama buka, dikarenakan para pengelola sangat rukun satu sama lain, saling bantu dan berkompetisi positif untuk kepuasan pelanggan,” katanya.
Soal kehadiran Kahyangan by Pagi Sore yang ada di media sosial, Erwin mengaku memang sempar bekerja sama. “Seluruh masalah yang ada terkait permasalahan Kahyangan by Pagi Sore sudah kami serahkan kepada kuasa hukum kami dalam hal ini kami menunjuk Chris Sam Siwu SH dkk,” tutu H Erwin. [hen/ian]






