Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Buku Dunia, RBC Institute A. Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (RBC UMM) menggelar talkshow dan diskusi publik bertajuk Ruang Gagasan: Menyoal Pendidikan Perempuan. Kegiatan ini menghadirkan Kalis Mardiasih, penulis buku dan aktivis gender sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Kalis Mardiasih menekankan bahwa pendidikan bagi perempuan harus lebih dari sekadar memberikan akses formal. Menurutnya, pendidikan harus memiliki daya membebaskan dan memberdayakan perempuan agar mampu berdaya pikir serta memiliki posisi setara dalam berbagai lini kehidupan.
“Pendidikan yang ideal harus memuat nilai-nilai kesetaraan, bukan hanya dalam kurikulum, tetapi juga dalam cara berpikir dan bertindak. Kesetaraan itu harus dihayati, bukan hanya disuarakan,” ujar Kalis di hadapan peserta.
Ia juga menambahkan bahwa bias gender dalam sistem pendidikan masih sering dijumpai, baik dalam struktur pembelajaran, materi ajar, maupun dalam pola relasi guru dan murid. Oleh karena itu, pemaknaan ulang terhadap peran perempuan dalam ruang pendidikan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar inklusif dan adil.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan penuh partisipasi. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan kritis, hingga berbagi pengalaman terkait realitas pendidikan yang belum sepenuhnya berpihak pada perempuan.
Forum ini pun menjadi ruang yang informatif dan reflektif. Peserta dan narasumber menghadirkan suasana diskusi yang memperkaya perspektif dan memperluas kesadaran kolektif.
Direktur Eksekutif RBC UMM, Subhan Setowara, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan Ruang Gagasan ini diharapkan mampu menghidupkan semangat pemikiran kritis di masyarakat, khususnya dalam menyoroti isu penting seperti pendidikan perempuan. Ia menegaskan bahwa RBC UMM ingin menjadikan Hari Kartini sebagai momen untuk membangun kesadaran, bukan hanya seremoni tahunan.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah jalan sunyi menuju perubahan. Dan perempuan, harus menjadi bagian yang utuh dalam perjalanan perubahan itu. Forum ini adalah upaya untuk menegaskan hal itu dalam tindakan nyata,” tegas Subhan.
Kegiatan Ruang Gagasan merupakan salah satu program unggulan dari RBC UMM yang bertujuan mempertemukan masyarakat dengan berbagai isu strategis dalam suasana diskusi yang terbuka, inklusif, dan reflektif. Melalui program ini, RBC UMM berkomitmen untuk mendorong lahirnya diskursus publik yang membumi, berpihak pada keadilan, dan membebaskan cara berpikir dari belenggu konservatisme sosial.
Forum ini menegaskan bahwa pendidikan yang bermakna tidak hanya dibentuk dari ruang kelas, tetapi juga dari ruang gagasan yang merangsang dialog dan kesadaran bersama. Acara berlangsung secara luring di Rumah Baca Cerdas, Kota Malang, dan diikuti oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai kalangan.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Malang, tetapi juga dari luar kota seperti Surabaya dan Pasuruan. Mereka terdiri atas mahasiswa, guru, aktivis komunitas, pegiat literasi, hingga orang tua. Antusiasme tinggi dari peserta menunjukkan bahwa isu pendidikan perempuan masih menjadi perhatian utama dalam masyarakat. (dan/but)






