Jombang (beritajatim.com) – Koloni ulat bulu menyerang SDN Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, puluhan siswa mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh mereka, yang mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Selama ini, pihak sekolah hanya bisa melakukan penanganan sementara. Para siswa yang mengalami gejala gatal-gatal diobati menggunakan bedak tabur. Namun, jika jumlah yang terdampak cukup banyak, satu kelas bisa saja diliburkan demi mencegah penyebaran yang lebih luas.
Ahmad Bagus, Guru Kelas 1 SDN Menganto, menjelaskan bahwa serangan ulat bulu ini terjadi sejak beberapa bulan lalu dan kerap muncul saat musim semi. Sumber serangan berasal dari pepohonan yang ada di halaman sekolah, yakni sekitar 10 pohon mangga dan lima pohon ketepeng.
“Nah, saat istirahat murid-murid SDN Menganto banyak yang bermain di bawah pohon tersebut. Saat itulah ulat bulu jatuh mengenai tubuh anak-anak. Tentu saja, puluhan murid mengalami gatal-gatal. Hampir seluruh anak-anak mulai kelas 1 hingga kelas 6 mengalami gatal-gatal. Jumlahnya sekitar 80 anak,” kata Ahmad.
Ia menambahkan bahwa sejak Agustus 2024 hingga saat ini, sudah empat kali terjadi serangan ulat bulu. Serangan umumnya terjadi pada siang hari, terutama saat jam istirahat. “Kalau pagi belum,” tambahnya.
Kondisi ini membuat konsentrasi belajar siswa terganggu. Bahkan dalam beberapa kejadian, pihak sekolah terpaksa memulangkan murid lebih awal. “Ini sangat mengganggu. Kalau ada serangan ulat, anak-anak kami pulangkan lebih awal,” ungkap Ahmad.
Ahmad memastikan bahwa ulat-ulat tersebut berasal dari pohon di halaman sekolah. Ketika musim semi tiba, banyak ulat bermunculan dari pohon mangga dan ketepeng lalu jatuh ke tubuh anak-anak yang sedang bermain.
Merespons situasi tersebut, pihak sekolah kemudian menghubungi petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Jombang untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim dari Pos Damkar Ngoro tiba di lokasi dan segera menyemprotkan cairan disinfektan ke pohon-pohon yang menjadi sarang ulat bulu.
“Munculnya ulat bulu dari pohon tersebut disebabkan oleh perubahan cuaca. Ini sangat berbahaya bagi anak-anak karena menyebabkan gatal-gatal,” ujar Komandan Regu Pos Damkar Ngoro Jombang, Septa Agung Priandana.
Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah, terutama saat terjadi perubahan musim. Pencegahan yang lebih sistematis dan dukungan dari pihak terkait sangat dibutuhkan agar insiden serupa tidak terus berulang. [suf]






