Pasuruan (beritajatim.com) – Kebakaran truk NPS milik TNI mengakibatkan satu personel meninggal dunia. Namun, menurut Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Noor Iskak, korban yang meninggal dunia bukanlah dari kebakaran.
Iskak mengatakan bahwa korban yang meninggal dunia karena terjatuh setelah mencoba menyelamatkan diri. Diketahui korban yang meninggal dunia tersebut berinisial U yang merupakan warga Kabupaten Nganjuk.
“Ada dua korban, yang satu meninggal dunia dengan inisial U dan satunya hanya luka-luka. Korban meninggal dunia karena berusaha menyelamatkan diri dan meloncat dari pembatas tol dengan ketinggian kurang lebih 7 sampai 10 meter,” jelas Iskak.
Iskak melanjutkan, saat berusaha menyelamatkan diri, personel berinisial U ini masih terbawa situasi setelah melakukan tugas dari Papua. Bahkan personel yang meninggal dunia bukanlah pengemudi yang berada di mobil muat amunisi, melainkan pengemudi di belakangnya.
“Yang meninggal bukan dari pengemudi yang muat amunisi, tapi kendaraan yang di belakangnya. Jadi setelah mengetahui kendaraan yang ada di depannya ada api, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan meloncat di pembatas Tol,” tambahnya.
Kedua korban tersebut dengan dibantu warga sekitar langsung dibawa ke RS Porong untuk dilakukan perawatan. Namun saat dilarikan korban dengan inisial U meninggal dunia, korban saat ini langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Nganjuk.
Sementara itu untuk mengetahui akibat terjadinya kebakaran, Iskak mengatakan bahwa saat ini Subdenpom 3 Malang sedang melakukan penyelidikan. [ada/beq]






