Lumajang (beritajatim.com) – Seorang anak yang masih duduk di kelas satu bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diduga menjadi korban rudapaksa oleh ayah kandungnya sendiri.
Korban diketahui berinisial AR (13) warga Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Sementara terduga pelaku yang diketahui adalah ayah kandung korban berinisial TR (34).
Pelaku TR diketahui sudah melakukan aksi rudapaksa terhadap korban AR sebanyak 10 kali. Aksi bejat itu diduga sudah dilakukan pelaku sejak korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Kabid Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang Darno mengatakan, kejadian pelecehan seksual yang dialami korban baru terungkap setelah pihak desa melaporkan kasus itu ke polisi.
Korban diakui sudah menerima tindakan asusila dari ayah kandungnya sendiri sejak masih berada di kelas lima SD sampai saat ini kelas satu SMP. Belakangan diketahui kasus rudapaksa itu sudah dilaporkan pihak desa ke polisi pada 14 April 2025.
“Ini yang melakukan memang ayah kandung sendiri dan sudah 10 kali terjadi mulai korban masih di kelas lima atau pastinya sebelum lulus SD. Jadi, ini kasusnya diketahui setelah desa melaporkan ke polisi,” terang Darno, Kamis (1/5/2025).
Aksi bejat ayah terhadap anak kandungnya sendiri itu diakui sudah dilakukan berulang kali tanpa sepengetahuan ibu maupun keluarga korban.
“Untuk ibu korban ada, tapi tidak tau kejadian itu selama ini, jadi memang dilakukan (rudapaksa, Red) ini selalu malam hari sekitar jam satu kalau cerita dari korban,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Untoro Abimanyu membenarkan terkait kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut.
Kasus asusila itu diakui sudah ditangani oleh PPA Polres Lumajang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Jadi memang benar sudah terjadi kasus rudapaksa anak di bawah umur. Laporan sudah masuk tanggal 14 April dan sedang ditangani PPA. Sekarang masih penyelidikan karena memang harus berhati-hati mengingat ini korbannya masih di bawah umur,” ungkapnya. (has/ted)






