Lumajang (beritajatim.com) – Sampai Senin (6/12/2021) petang, Tim DVI Polda Jatim menerima laporan 28 orang hilang akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
Pos laporan orang hilang itu berada di RSUD dr. Haryoto, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Sementara berdasarkan data Antemortem Tim DVI Polda Jatim, untuk hari Senin ini saja ada 10 laporan orang hilang.
Rata-rata orang yang dilaporkan hilang pasca erupsi Gunung Semeru itu berasal dari Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Sementara dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan, tim berhasil mengevakuasi 11 orang jenazah yang tertimbun abu vukanik Gunung Semeru, dua orang diantara masih belum terindentivikasi.
Keluarga korban yang melaporkan anggota keluarganya yang hilang, masih menunggu di area Kamar Jenazah RSUD dr. Haryoto Lumajang.
Agung Santoso, 31, warga Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, adalah salah satu warga yang melaporkan keluarganya hilang atas nama Didik Aprianto.
Agung mengatakan, sebelum erupsi melanda, Didik bekerja sebagai penambang pasir di Kali Lanah, Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Menurut Agung, usai erupsi Gunung Semeru, ia mendapat kabar jika Didik bersama tiga penambang lainnya tidak kembali ke rumah. Ia sudah mencoba menghubungi Didik melalui sambungan telefon, namun nomor HP Didik juga tidak dapat dihubungi.
Kemudian ia bersama istrinya yakni Wulan Septiana, dan kakak korban Didik yaitu Tukiem (46), berusaha mencari dengan cara melapor ke setiap posko pengungsian. “Namun nihil, tidak mendapatkan kabar Didik,” katanya.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk melapor ke pos laporan orang hilang dan menunggu kabar di kamar jenazah RSUD Hartoyo.
Namun sampai saat ini ia belum mendapatkan informasi tentang keberadaan saudaranya itu, “Saudara saya (Didik) dan Suliono belum ditemukan,” ujarnya.
Sementara, saat ini tim gabungan menghentikan proses pencarian dikarenakan hujan mengguyur lokasi bencana. Yakni di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Pencarian korban akan kembali dilanjutkan pada Selasa (6/12/2021) pagi.
Diketahui, pada sabtu (4/12/2021) terjadi erupsi pada Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, banyak rumah warga yang hancur akibat awan panas dan guguran abu vulkanik yang keluar dari dalam perut Gunung tertinggi di jawa itu.
22 Orang Meninggal
Data terbaru korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur kembali bertambah menjadi 22 orang berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai pukul 17.30 WIB, Senin (6/12).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban meninggal dunia itu ditemukan di dua kecamatan, Pronojiwo dan Candipuro.
“Jumlah korban meninggal yang dilaporkan oleh Pusdalops BNPB itu 22 orang. Di Kecamatan Pronojiwo 14 orang, di Kecamatan Candipuro delapan orang,” ujar Abdul saat konferensi pers virtual, Senin (6/12).
Ia menjelaskan, dari 14 orang yang meninggal dunia di Pronojiwo, sebanyak lima korban belum teridentifikasi. Kemudian, dua korban saat ini meninggal di RSUD Pasirian, dan tiga orang lainnya ditemukan di RT 16/RW 5 Curahkobokan jam 14.15 WIB.
Menurut Abdul, sembilan korban di Pronojiwo yang sudah teridentifikasi, saat ini sudah dimakamkan. Sementara, dari delapan korban yang ditemukan di Candipuro, satu korban belum teridentifikasi.
“Sehingga jumlah korban meninggal per 17.30 WIB adalah 22 orang, 13 sudah dikenali, tujuh proses identifikasi. 12 yang sudah teridentifikasi itu sudah dimakamkan,” jelasnya.(tr/ted)






