London (beritajatim.com) – Sejak diakuisisi QSI (Qatar Sports Investments) pada 2011, target musiman Paris Saint-Germain adalah juara Liga Champions. Kemenangan 1-0 atas Arsenal pada first leg semifinal dini hari tadi memperbesar kans tersebut.
Ya, Les Parisiens hanya butuh hasil seri pada second leg yang dimainkan di Parc des Princes, Paris, pekan depan untuk melenggang ke final. Jika itu terwujud, maka bakal jadi final kedua PSG di Liga Champions sejak musim 2019–2020. Sayangnya, kala itu mereka dikalahkan Bayern Munchen.
“Kemenangan ini berkat kerja sama tim yang luar biasa. Juga didukung skill individu yang hebat. Ketika bertahan, semua pemain ikut membantu. Anda tidak akan bisa menghadapi tim seperti Arsenal tanpa spirit seperti itu,” papar entraineur PSG Luis Enrique dilansir L’Equipe.
Laju sensasional PSG di Liga Champions sejauh ini memang tak diprediksi. Bagaimana tidak. Pada awal musim, mereka baru saja kehilangan kapten sekaligus striker utama Kylian Mbappe yang hengkang ke Real Madrid.
Tetapi, bisa dibilang PSG musim ini lebih padu lantaran kebersamaan tim lebih baik. Ketiadaan superstar seperti Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi justru mengenyahkan beban moral mereka.
Bahkan, ketika tiga pemain tersebut sama-sama di PSG, tim selalu tersingkir di 16 besar. Itu terjadi dua musim beruntun (2021–2022 & 2022–2023).
Jika bablas juara musim ini, maka PSG bakal kian membuktikan bahwa mereka semakin hebat meski tanpa Mbappe-Neymar-Messi. Ketika jadi runner-up 2019–2020, PSG masih diperkuat Mbappe dan Neymar.
Semakin istimewa lantaran musim ini mereka masih menjaga peluang quadruple. PSG telah juara Trophee des Champions dan Ligue 1. Selain Liga Champions, mereka juga berpeluang juara Coupe de France dan akan melawan Stade Reims di final 25 Mei mendatang. (dio/kun)






