Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang menyiapkan 2 tempat sebagai sekolah rakyat. Program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto ini diharapkan bisa dimulai di Kota Malang Juli 2025 mendatang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan dua tempat dipastikan dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. Pertama eks gedung Poltekom yang berada di kawasan Tlogowaru serta eks Rusunawa di kawasan Buring, Kota Malang.
“Kita gunakan dua sekolah pertama yang eks Poltelkom yang kedua adalah eks Rusunawa jadi ada 2. Termasuk juga nanti akan ada juga akses dari sekolah rakyat ke Rusunawa pendidikan agar mereka pergerakannya bisa enak aman dan nyaman,” ujar Wahyu, Selasa, (29/4/2025).
Alasan memilih 2 tempat itu. Karena Eks Poltekom dan Rusunawa merupakan daerah pendidikan. Selain itu termasuk untuk pengembangan wilayah Malang Timur. Apalagi sekolah rakyat menganut sistem asrama atau boarding school.
“Kawasan Malang timur karena yang siap di sana dan memang untuk mendukung akses pendidikan di daerah sana. Apalagi di kawasan sekolah rakyat itu kawasan pendidikan semua jadi kalau ada di sana lebih mudah dan tepatnya lebih enak karena ini kan boarding school,” ujar Wahyu.
Sekolah rakyat di Kota Malang kemungkinan berkapasitas 62 kelas untuk jenjang sekolah menengah pertama atau SMP. Untuk daya tampung bisa mencapai 1.000 siswa. Sedangkan tenaga pendidiknya berasa dari Pendidikan Profesi Guru atau PPG.
“Ini tidak membangun dari nol pak presiden memang minta seperti ini insya Allah Mei kalau nggak Juni akan kita tandatangani dengan pak presiden sehingga Juli sudah bisa bergerak. PR Saya hanya tinggal mencari warga untuk mana saja yang bisa masuk ke sekolah rakyat saat ini memang masih SMP,” ujar Wahyu. [luc/aje]






