Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait ingin Himpunan Mahasiswa Islam menjadi kekuatan kritis di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang memberikan kritik konstruktif bagi pemerintah daerah.
Hal ini disampaikan Fawait saat berpidato dalam acara pelantikan pengurus HMI, Korps HMI Wati, dan Badan Pengelola Latihan periode 2025-2026, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Sabtu (26/4/2025).
“Kami sengaja memfasililitasi organisasi masyarakat termasuk ekstra kampus untuk melaksanakan kegiatan di pendapa, karena pendapa adalah simbol rumah rakyat,” kata Fawait.
Namun, Fawait berharap, kendati dilantik di pendapa, HMI tetap harus bersikap kritis. “Saya berharap HMI ikut dalam pembangunan Kabupaten Jember. Walau dilantik di pendapa, tidak boleh tidak kritis. Harus kritis, namun kritiknya membangun,” katanya.
Fawait menyebut kritik membangun adalah kritik yang menemukan masalah dengan menyajikan solusi. Aksi demonstrasi bisa dilakukan tanpa aksi destruktif yang merugikan masyarakat.
“Misalkan aksi membakar pagar pendapa. Itu malah senang birokrasinya, karena ada proyek pengadaan pagar baru,” katanya disambut tawa hadirin.
Dengan kondisi Jember saat ini, Fawait menguatkan semua lini dan menentukan program-program prioritas. “Ke depan saya ingin adik-adik HMI, termasuk organisasi ekstra lainnya, memberi masukan,” kata alumnus HMI Universitas Airlangga Surabata ini.
“Anak-anak muda ini kan biasanya kalau berpikir outside the box. Yang mengerti milenial dan Gen Z adalah mereka sendiri. Maka itu saya berharap mereka memberikan sumbangsih untuk pembangunan di Jember,” kata Fawait.
Saat ini, Pemkab Jember membentuk sejumlah kelompok kerja (pokja) untuk percepatan pelaksanaan program prioritas. Tidak menutup kemungkinan anggota HMI akan dilibatkan.
“Tapi pokja ini langkah percepatan kita. Sama kayak TP3D (Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah). Mereka tidak dapat gaji. Jadi tidak mengurangi semangat efisiensi,” kata Fawait.
Ketua Umum HMI Cabang Jember Muhammad Ridwan berkomitmen untuk bersikap kritis terhadap pemerintah. “Agenda pertama kami terbagi dua. Untuk semester pertama, kami akan memperbaiki kualitas internal dengan banyak melakukan kajian,” katanya.
Ridwan menyiapkan fondasi untuk HMI berperan dalam pembangunan daerah. “Meski hari ini bupati Jember adalah alumnus HMI, bagian dari keluarga kami, tapi bukan berarti kami akan tumpul. Kami akan mengkritisi kebijakan-kebijakan bupati yang memang tidak sesuai dengan rakyat,” katanya. [wir]






