Jember (beritajatim.com) – Andik Slamet, calon tunggal wakil ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan program tiga kompetisi liga jika terpilih dalam kepengurusan 2025-2029.
“Saya ingin Liga Sepak Bola Karyawan (Galakarya) digelar karena akan membuka lahan pekerjaan baru bagi para mantan pemain sepak bola,” kata pria yang saat ini menjabat Sekretaris Askab PSSI Jember 2021-2025.
Selain itu, Andik ingin Askab PSSI Jember memggelar liga mahasiswa. Dia berharap dari liga ini banyak muncul pemain sepak bola yang bisa memperoleh beasiswa prestasi. “Juga muncul pelatih baru, karena Liga Mahasiswa membutuhkan pelatih berlisensi D,” katanya.
Terakhir, Andik ingin kepengurusan Askab PSSI Jember mendatang menggelar kompetisi antardesa atau Liga Desa. “Seluruh kecamatan akan mengelar kejuaraan antardesa. Juara masing masing kecamatan akan kita pertandingkan di tingkat kabupaten,” katanya.
Andik yakin Liga Desa ini akan membangkitkan perekonomian, karena akan banyak pelaku usaha ekonomi mikro yang berjualan saat pertandingan. Kompetisi ini akan menjadi sarana hiburan di tengah tekanan ekonomi.
“Selain itu akan muncul kepedulian kepala desa kepada klub atau pemain di desa bersangkutan,” kata Andik yang dicalonkan oleh Sekolah Sepak Bola Silo Academy (SSA).
Pertandingan lompetisi antardesa di tingkat kecamatan pada 2024 terpusat di Jember Sport Garden. “Tahun ini kami ingin ubah, pertandingan digelar di desa, dan final dipertandingkan di Stadion JSG,” kata Andik.
Askab PSSI Jember sukses menyelenggarakan sejumlah turnamen pada 2024, antara lain kompetisi sepak bola wanita Jember Women League 2024; kompetisi sepak bola kelompok usia 8, 10, 12, 17, dan 20 tahun; turnamen antarkecamatan; liga pelajar Jember tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas; dan kompetisi Piala Soeratin usia 13 dan 15 tahun.
Tahun ini, Askab PSSI Jember 2021-2025 telah mengagendakan kejuaraan Super Championship tingkar sekolah dasar dan sekolah menengah atas, Liga Sepak Bola Siswa, kompetisi usia 8, 10, dan 12 tahun.
“Semua sistem sudah dibangun. Cuma ada bahasa miring. Padahal Askab PSSI Jember era 2021-2025 sudah mencatatkan sejarah. Tidak ada di Indonesia yang seperti kami. Semua kompetisi diputar secara mandiri,” kata Andik.
Andik berharap Pemkab Jember bisa ikut memberikan bantuan anggaran kepada kepengurusan Askab PSSI Jember 2025-2029. “Kalau ada sinergi dengan pemerintah terkait anggaran, kami akan lebih kencang untuk membina,” katanya. [wir]






