Pasuruan (beritajatim.com) – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara resmi membuka Pemilihan Duta Baca/Literasi Tingkat SLTP sederajat se-Kabupaten Pasuruan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan. Acara ini berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan pada Kamis (24/4/2025), dengan diikuti oleh 24 pelajar dari berbagai SMP dan sekolah sederajat.
Dalam sambutannya, Bupati Rusdi Sutejo menyampaikan pentingnya membangun budaya literasi sejak usia sekolah. Ia mendorong seluruh peserta untuk terus semangat belajar dan membagikan ilmu yang dimiliki kepada sesama.
“Karena perjalanan masih panjang. Sekolah yang rajin, serap ilmu yang banyak dan mintalah restu pada orang tua agar sukses di bidangnya masing-masing. Satu lagi, kalau sudah kaya ilmu, segera dibagikan ke yang lain agar bermanfaat,” terang Mas Rusdi.
Ia juga berpesan agar duta baca yang terpilih menjadi sosok yang mampu menyalakan semangat membaca di lingkungan sekitar.
“Jadilah Duta Baca. Bukan hanya karena terpilih tapi karena terpanggil. Jadilah teladan yang menyalakan semangat membaca di manapun berada,” pungkasnya.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Diano Vella Fery, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencari pelajar yang memiliki semangat dan potensi dalam menggerakkan gerakan membaca, baik di sekolah maupun komunitas.
“Kami mencari pelajar yang siap menjadi penggerak, baik di komunitas maupun sesama pelajar, agar suka membaca. Nantinya, kami akan memilih tiga juara terbaik yang akan menjadi perwakilan duta baca/literasi Kabupaten Pasuruan, membantu kita menggaungkan akan pentingnya membaca di masyarakat,” ujarnya.
Penilaian terhadap peserta dilakukan oleh dewan juri yang berkompeten di bidang literasi dan seni, yaitu Yusimiarto Eben (pustakawan), Khilaila Laila, dan Alif Sukma Mukhlisin (praktisi seni dan peneliti asal Gondanglegi, Beji).
Para juara terpilih nantinya akan mewakili Kabupaten Pasuruan dalam ajang pemilihan duta baca di tingkat Provinsi Jawa Timur, sekaligus menjadi wajah inspirasi gerakan literasi di kalangan pelajar. [ada/beq]






