Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait akan membangun tenda untuk berkantor di desa dan kelurahan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ini bagian dari upaya mengidentifikasi persoalan langsung di masyarakat.
“Salah satu terobosan kami untuk memberikan pelayanan publik yang baik adalah program Bunga Desaku, Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan,” kata Fawait, usai menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Beritajatim.com, di Ballroom Lantai 16, Whiz Luxe Hotel Spazio Tower, Surabaya, Rabu (23/4/2025).
Agenda Bunga Desaku ini akan mulai dilaksanakan pada Mei 2025. “Kami tidak mau di kantor desa, karena kami memang bukan menyapa perangkat desa, tapi ingin menyapa masyarakat di desa,” katanya.
Meniru program retreat kepala daerah pada medio Februari 2025, Fawait akan mengajak beberapa pejabat organisasi perangkat daerah untuk menginap di tenda, dan melihat langsung kondisi di desa dan kelurahan. “Kami akan melihat kondisi fasilitas infrastruktur dan infrastruktur pertanian,” katanya.
Fawait juga akan mengumpulkan para tokoh masyarakat di desa, kelurahan, dan kecamatan yang didatanginya. “Walau ngantor di satu desa dan kelurahan, kami akan berkeliling ke desa-desa di kecamatan tersebut untuk melihat kondisi riilnya,” katanya.
Fawait menyebut rencana tersebut sebagai perluasan program Wadul Gus e yang menjadi kanal pengaduan persoalan dari masyarakat agar bisa segera ditangani. “Kalau Wadul Gus e online, hari ini dengan kami ngantor di desa, itu Wadul Gus e offline,” katanya.
Fawait mengatakan, program ini akan berlangsung selama lima tahun memimpin Jember. “Saya tidak mau banyak memberi pengarahan. Justru kami ingin memperoleh informasi dari masyarakat: dari kelompok tani, ketua pengajian, guru ngaji, para nelayan, pekerja informal. Kami ingin menyerap, dan itu bagian dari tugas kami dalam proses penyusunan APBD,” katanya. [wir]






