Ponorogo (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada Rabu (16/4), Bank Jatim Cabang Ponorogo resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan P3MI PT Andhika Putra Mandiri untuk penyaluran KUR penempatan PMI.
Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim, R. Arief Wicaksono, menjelaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari peran aktif Bank Jatim dalam memperluas akses keuangan bagi calon pekerja migran. KUR Penempatan PMI difokuskan untuk membiayai kebutuhan penempatan ke negara tujuan.
”Kami dari bankjatim sangat support untuk pekerja migran. Sebab, wilayah Jawa Timur memiliki kantong-kantong yang luar biasa untuk penempatan PMI. Nah, kerja sama ini merupakan ikhtiar yang baik bagi kedua belah pihak demi mewujudkan kesejahteraan para PMI. Sehingga ketika kita memberikan penyaluran KUR ke PMI itu sudah memiliki payung hukum yang jelas,” paparnya.
Arief menyebut KUR PMI sebagai bukti hadirnya Bank Jatim sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menyediakan akses keuangan yang mudah dan legal bagi para PMI, baik saat bekerja di luar negeri maupun saat mereka kembali ke Indonesia.
”Potensi pemberangkatan PMI ke depan cukup besar sehingga diharapkan adanya sinergi antara kebijakan, sistem, dan pelaksanaan yang tepat agar penyaluran pembiayaan kepada PMI dapat berjalan lancar,” tegasnya.
KUR Penempatan PMI dari Bank Jatim menawarkan syarat yang tergolong mudah. Calon pemohon harus terdaftar sebagai calon PMI dengan plafon maksimal mencapai Rp100 juta atau disesuaikan dengan struktur biaya penempatan. Jangka waktu pembiayaan disesuaikan dengan masa kerja dan tidak lebih dari tiga tahun.
”Pekerja migran merupakan salah satu pilar penting bagi ekonomi Indonesia mengingat kontribusinya dalam hal penerimaan devisa negara yang cukup besar. Maka dari itu harus kita dukung secara optimal. Sinergitas hari ini bisa menjadi awal yang baik untuk saling menguatkan sinergi antar kelembagaan demi memberikan penghidupan yang lebih baik untuk pekerja migran,” terang Arief.
Bank Jatim juga memperkuat perannya sebagai bank devisa dengan menghadirkan layanan Jconnect Remittance bagi PMI. Layanan ini memungkinkan transaksi transfer uang dari luar negeri ke Indonesia dengan menggandeng Money Transfer Operator (MTO) seperti Merchantrade Asia di Malaysia dan Chandra Remittance di Hong Kong. Dengan begitu, PMI dapat mengakses layanan keuangan melalui jaringan outlet MTO di kedua negara tersebut.
Melalui kolaborasi ini, Arief berharap dapat memperkuat posisi Bank Jatim dalam menyediakan pembiayaan bagi PMI dan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan non-bunga atau fee based income.
”Kami berkomitmen akan terus mendorong supaya KUR PMI ini dapat diakselerasi dan dioptimalkan penyalurannya sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh khalayak yang lebih luas,” tutupnya. [rea/beq]






