Madrid (beritajatim.com) – Tidak ada cerita remontada di perempat final Liga Champions musim ini. Setelah FC Barcelona dan Paris Saint-Germain memastikan tiket ke semifinal sehari sebelumnya, dini hari tadi giliran Arsenal dan Inter Milan yang menyusul. Keempat tim tersebut kompak melaju dengan kemenangan di leg pertama, tanpa harus membalikkan keadaan.
Lolosnya Arsenal dan Inter menyita perhatian publik sepak bola dunia. Pasalnya, keduanya sukses menyingkirkan dua klub dengan tradisi dan koleksi gelar terbanyak di ajang ini. Arsenal mendepak Real Madrid, sang juara 15 kali, sementara Inter memulangkan Bayern Munchen yang telah enam kali mengangkat trofi Si Kuping Besar.
Bagi Inter, gelar Liga Champions terakhir diraih pada 2010 dan saat ini baru mengoleksi tiga trofi. Arsenal bahkan belum pernah merasakan gelar juara. Namun di perempat final musim ini, mereka tampil luar biasa.
Sensasi The Gunners terasa luar biasa setelah berhasil menang 2-1 atas Real Madrid di Santiago Bernabeu. Agregat akhir 5-1 untuk Arsenal membuat mereka mencatatkan dua kemenangan atas Real di kandang lawan. Pencapaian itu melebihi hasil pertemuan musim 2005–2006, ketika Arsenal hanya menang agregat 1-0 di babak 16 besar.
Hebatnya, dua dari tiga kemenangan Arsenal atas Real Madrid diraih di kandang lawan, Estadio Santiago Bernabeu. Saat itu, Arsenal mampu menembus babak final. Spirit serupa terasa musim ini.
“Sangat sulit bermain di sini (Santiago Bernabeu, Red) dengan skenario yang bisa terjadi (comeback dari Real, Red). Tetapi, kami mampu menyelesaikannya dengan cara terbaik,” ujar tactician Arsenal Mikel Arteta dilansir The Guardian.
Keberhasilan Inter Milan tak kalah mengesankan. Dalam tiga musim terakhir, mereka dua kali menembus semifinal. Sebelumnya terjadi dua musim lalu yang berujung pada partisipasi di final.
Kali ini, Nerazzurri melaju dengan agregat 4-3 setelah menahan imbang Bayern Munchen 2-2 di Stadio Giuseppe Meazza. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri kutukan Inter saat menjamu Bayern, di mana mereka selalu kalah dalam empat pertemuan terakhir.
“Malam (dini hari tadi, Red) yang sangat emosional. Kami akan menikmati prestasi ini (sebelum fokus semifinal, Red)” ucap allenatore Inter Simone Inzaghi kepada La Gazzetta dello Sport. [dio/beq]






