Swansea (beritajatim.com) – Menjelang ulang tahunnya yang ke-40 pada 9 September mendatang, kapten Real Madrid Luka Modric membuat gebrakan baru dalam perjalanan kariernya. Meski masih mungkin memperpanjang kontraknya bersama Los Blancos untuk satu musim lagi, Modric mulai menata masa pensiunnya dengan langkah strategis: resmi menjadi salah satu pemilik klub Championship, Swansea City.
Gelandang veteran asal Kroasia itu kini bergabung dengan jajaran co-owner Swansea lainnya seperti Andy Coleman, Brett Cravatt, Nigel Morris, dan Jason Cohen. Mereka secara kolektif membeli saham dari mantan pemilik mayoritas Jason Levien dan Steve Kaplan pada November lalu. Langkah ini menunjukkan keseriusan Modric untuk tetap aktif di dunia sepak bola meski tak lagi merumput.
“Ini adalah kesempatan yang menarik. Swansea memiliki identitas yang kuat, basis penggemar yang luar biasa, dan ambisi untuk bersaing di level tertinggi. Aku yakin bisa menyumbangkan pengalamanku demi kemajuan klub,” papar Modric dilansir BBC.
Keterlibatan Modric dalam manajemen klub tak sekadar simbolis. Ia mengemban tugas besar untuk membawa Swansea kembali ke Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris. Saat ini, The Swans tengah berada di peringkat ke-12 klasemen sementara Championship. Target ambisius ini dipatok untuk musim depan dengan harapan Swansea bisa kembali tampil di Premier League pada musim 2026–2027.
Keputusan Modric ini juga mencerminkan tren baru di kalangan pesepakbola top yang mulai terjun ke ranah kepemilikan klub. Ia mengikuti jejak dua rekannya di Real Madrid, Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Mbappe saat ini menjadi pemegang saham mayoritas klub Prancis SM Caen, sementara Vinicius tercatat sebagai co-owner FC Alverca, klub asal Portugal.
Langkah Modric bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola lain untuk mulai memikirkan masa depan mereka setelah pensiun, tidak hanya sebagai pelatih atau pundit, tapi juga sebagai bagian dari pengambil keputusan dalam manajemen klub. [dio/suf]






