Surabaya (beritajatim.com) – Kulit sensitif atau mudah iritasi adalah kondisi yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, perih, hingga munculnya ruam atau kering berlebihan.
Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, tanpa memandang usia. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari hingga faktor lingkungan bisa menjadi pemicu utama.
Mengetahui penyebab kulit sensitif merupakan langkah awal untuk mencegah dan mengatasinya. Mulailah dengan mengenali kebiasaan dan faktor lingkungan yang mungkin menjadi pemicu. Berikut tujuh penyebab umum kulit menjadi sensitif:
1. Produk Perawatan Kulit yang Tidak Cocok
Pemilihan skincare yang tidak sesuai dengan jenis kulit merupakan penyebab paling umum iritasi. Kandungan seperti alkohol, parfum, pewarna buatan, atau asam kuat seperti AHA dan BHA dalam kadar tinggi bisa merusak lapisan pelindung kulit. Jika kulit terasa perih atau memerah setelah memakai produk tertentu, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dermatolog.
2. Faktor Lingkungan
Perubahan cuaca ekstrem, seperti udara yang terlalu panas, dingin, atau kering, bisa memicu reaksi sensitif pada kulit. Paparan sinar matahari berlebih, angin kencang, atau polusi udara juga memperparah kondisi ini, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan.
3. Alergi
Bahan tertentu dalam makanan, obat-obatan, atau produk rumah tangga bisa menyebabkan reaksi alergi yang memengaruhi kulit. Reaksi ini bisa ringan seperti gatal-gatal, atau parah hingga menimbulkan pembengkakan. Penting untuk mengenali alergen pribadi agar dapat menghindarinya.
4. Stres dan Faktor Psikologis
Stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga fisik, termasuk kulit. Ketika stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat memicu peradangan dan mengganggu keseimbangan kulit. Tak jarang, orang dengan tingkat stres tinggi mengalami kulit yang lebih mudah berjerawat atau iritasi.
5. Kebiasaan Mandi yang Salah
Mandi terlalu lama dengan air panas bisa menghilangkan minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung kulit. Selain itu, penggunaan sabun dengan pH tinggi atau scrub yang terlalu kasar juga bisa merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi.
6. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi kulit seperti dermatitis atopik, rosacea, atau psoriasis membuat kulit lebih sensitif dibandingkan kulit normal. Jika iritasi kulit disertai gejala berulang atau berlangsung lama, sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit untuk penanganan yang tepat.
7. Faktor Genetik
Tidak bisa dipungkiri, sensitivitas kulit juga bisa diwariskan secara genetik. Jika orang tua memiliki riwayat kulit sensitif atau alergi, kemungkinan anak mengalami kondisi serupa akan lebih besar. [aje]






