Doha (beritajatim.com) – Marquez bersaudara sedang berada di fase inkonsisten di dua GP terakhir. Jika Marc gagal finis terdepan pada GP AS dua pekan lalu meski menempati pole, dini hari tadi giliran Alex yang melempem pada GP Qatar. Meski menempati posisi runner-up saat kualifikasi, adik Marc itu hanya sanggup finis di posisi 6.
Sebaliknya, seolah membalas dendam kegagalan di GP AS, Marc melesat dengan jadi yang tercepat di sirkuit internasional Lusail, Doha. Pembalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu 41 menit 29,186 detik. Runner-up ditempati oleh rekan setim Marc, Francesco Bagnaia dengan 4,535 detik lebih lambat. Sedangkan di posisi tiga diisi oleh pembalap VR46 Franco Morbidelli dengan selisih 6,495 detik dari Marc.
Bagi Marc, kemenangan di GP Qatar itu jadi yang pertama sejak 11 tahun lalu. Ya, kali terakhir juara MotoGP enam kali itu juara di GP Qatar terjadi pada musim 2014 atau musim keduanya sejak promosi ke MotoGP.
Dengan tambahan 25 poin, Marc kini mengoleksi 123 poin. Semakin meninggalkan Alex yang ada di posisi runner-up dengan 106 poin. Sedangkan Pecco–sapaan Bagnaia–ada di tempat ketiga dengan 97 poin.
“Ini (serangkaian GP Qatar, Red) bisa dibilang pekan paling krusial bagiku musim ini. Aku sangat bahagia (bisa juara lagi di GP Qatar setelah 11 tahun, Red)” ujar Marc dilansir Crash.
Tetapi, kemenangan Marc kemarin sedikit diganggu oleh insiden ketika dia bersenggolan dengan Alex. Momen itu terjadi pada tikungan pertama. Untungnya, tidak ada yang terjatuh. “Itu (insiden dengan Alex, Red) salahku. Aku sedikit lebih lama memacu gas sedangkan dia (Alex, Red) tidak menyadarinya. Syukurlah kami masih bisa berada di motor masing-masing,” lanjut Marc. (dio/kun)






